Karawang, MEDIASERUNI.ID – Penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) dan Chikungunya saat ini masih tinggi penyebarannya, hanya saja levelnya menurun dibanding bulan sebelumnya.

Kepala Puskesmas Kotabaru Hj. Laela Jamilah menyampaikan itu kepada Mediaseruni, Senin 21juli 2025.

Laela menjelaskan, perkembangan tren penyakit di lingkungan Puskesmas Kotabaru masih banyak kasus DBD, cuma terjadi sekitar bulan Mei lalu, berbarengan Cikungunya.

“Selain DBD dan Chikungunya tren pelayanan kesehatan terkini, CKG (Cek Kesehatan Gratis) dan PKG (Pemeriksaan Kesehatan Gratis,” terang Laela.

Baca Juga:  Hadiri Halal Bihalal Purnawirawan TNI, Bupati Anom Dorong Kolaborasi Bangun Indonesia Kuat

Dikatakan Laela, CKG dan PKG merupakan program pemerintah, karenanya menjadi target Puskesmas Kotabaru. “CKG itu sasarannya usia 0 – lansia sesuai siklus hidup kemudian kalau PKG itu untuk anak sekolah sampai di tahun ajaran baru,” ucap Laela.

Untuk itu, lanjut Laela, pihaknya rencananya lusa (23 Juli 2025) terjun ke lapangan. “Puskesmas Kotabaru punya 19 SD, 5 SMP dan 1 SMA. Sasarannya sekitar 9.000 orang, jumlah siswa di wilayah itu,” jelas Laela, dan menambahkan jumlah warga Kotabaru mencapai 60 ribuan jiwa, dan 1800 diantaranya sudah terentri.

Baca Juga:  Pemdaprov Jabar Tandatangani Perjanjian Pengelolaan TOPAS Legoknangka dengan PT JES

Selain program CKG dan PKG, Laela juga menyebut, chikungunya juga masih ada, cuma tidak setinggi sebelumnya, termasuk demam berdarah.

Terkait dua penyakit itu (DBD dan Cikungunya), Laela mengatakan perlu adanya pemoggingan. Cuma saja harus sesuai SOP. Minimal ada 3 kasus yang terkena DBD positip termasuk hasil Lab positif, yang kemudian dilaporkan ke Dinkes. (Asep Suherman)