Bandung, MEDIASERUNI.ID – Sebanyak 13 pekerja tambang meninggal dunia dan enam luka-luka, dalam tragedi longsor di tambang galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas Kecamatan Dukupuntang, Cirebon, Jumat 30 Mei 2025, pukul 10.00 Wib.

Korban dievakuasi ke RS Sumber Hurip. Selain menelan korban jiwa, kejadian ini juga merusak tiga ekskavator dan enam truk yang sedang beraktifitas di lokasi.

Baca Juga:  Jadi Pria Idaman Wanita Ternyata tak Sulit, Kamu Cukup Lakukan Tiga Hal Ini

BPBD Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Cirebon langsung melakukan evakuasi dan asesmen di lokasi. Proses pencarian korban masih berlangsung, dan penyebab longsor tengah diselidiki aparat kepolisian.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan duka cita dan memerintahkan penutupan permanen tambang.

“Saya instruksikan Dinas ESDM Jabar menghentikan sementara seluruh aktivitas penggalian dan mulai mengevaluasi izin tambang yang akan habis pada November 2025,” tegas Dedi Mulyadi.

Baca Juga:  Rizal Bawazier Suara Terdepan Perjuangkan Penanganan Rob Batang: “Ini Darurat, Pemerintah Pusat Harus Turun Tangan!”

Pemerintah juga mengimbau masyarakat dan pekerja untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.

BPBD juga berkoordinasi dengan perangkat desa dan Kecamatan Dukupuntang, Polsek Dukupuntang, Inafis dan tim kesehatan terkait penanganan evakuasi korban yang diduga masih tertimpah material longsoran. (*)