Karawang, MEDIASERUNI.ID – Intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur Kabupaten Karawang, mengakibatkan sejumlah wilayah kebanjiran, termasuk Desa Sukasari di Kecamatan Purwasari, Jumat 23 Januari 2026.

Dua titik terparah di Desa Sukasari berada di lingkungan perumahan Raka Residence dan Sofi. Sebanyak 170 kepala keluarga (KK) dari 470 jiwa terimbas banjir.

Kepala Desa Sukasari Aan Daroji mengatakan itu. “Saat ini ada 10 KK yang di evakuasi ke kantor desa,” ujar Aan.

Aan menyampaikan penyebab terjadinya banjir akibat curah hujan yang tinggi dua hari terakhir, sehingga debit air meningkat serta merendam beberapa perumahan.

“Curah hujan yang tinggi terjadi dua hari lalu menyebabkan debit air Kali Alam meluap dan tidak mampu menampungnya,” ungkap kepala Desa Sukasari Aan.

Baca Juga:  Telusuri Pencemaran Sungai Cilemahabang DLH Jabar Sidak Dua Kawasan Industri di Bekasi

Aan berharap Bupati Karawang melakukan normalisasi kali tersebut agar tidak terjadi kejadian serupa menimpa warganya.

“Sudah lima tahun belum ada normalisasi. Saya memohon kepada  Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh untuk secepatnya melakukan pengerukan, karena kondisinya sudah dangkal dan menyempit,” tegas Aan.

Pemerintah Desa Sukasari dibawah kepemimpinan Aan Daroji, memberikan langsung langsung bantuan alakadarnya kepada warga terdampak untuk.

Hal tersebut  menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial, Pemerintah Desa Sukasari terhadap masyarakat.

Sementara itu ketua RT006/002 Suhadi menyebutkan, sebanyak 70 KK yang terdata dengan jumlah jiwa 325 orang. Menurutnya dari jumlah tersebut terdiri dari anak-anak, lansia serta orang tua.

Baca Juga:  Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin Buka Mubes XI IKA Unpad di Bandung

“Sudah 10 KK yang di evakuasi ke kantor desa, dan saat ini saya masih melakukan penyisiran ke rumah – rumah warga,” ungkapnya.

Menurutnya, ketinggian air masih turun naik mencapai 50 Cm, tergantung situasi. “Dihawatirkan hujan kembali turun yang bisa kembali menambah debit air,” ucapnya.

Sebanyak 65 kendaraan roda dua dan enam mobil di parkiran darurat, di jembatan yang dianggap lebih aman dengan pengawasan linmas setempat. Pemerintah desa pun telah menyalurkan bantun berupa mie instan Kepada warga terdampak. (Davi)