MEDIASERUNI.ID – Kemangi, tidak hanya dikenal sebagai pelengkap masakan, tetapi juga punya posisi khusus dalam tradisi mistis Nusantara. Aromanya yang khas dan menyengat ternyata tidak disukai oleh makhluk halus, termasuk tuyul yang dikenal suka mencuri uang secara gaib.

Tanaman ini telah lama dipercaya memiliki kekuatan alami untuk mengusir energi negatif dan entitas tak kasat mata. Selain ditanam di pekarangan rumah sebagai pagar gaib, daun-daunnya juga bisa dimanfaatkan langsung.

Cukup ambil beberapa lembar daun segar, lalu taburkan di tempat-tempat yang dianggap rawan atau penting. Seperti laci penyimpanan uang, lemari makanan, atau sudut-sudut rumah yang terasa ‘berat’.

Keharumannya akan menciptakan medan perlindungan halus yang tidak disukai makhluk astral, menjadikannya penjaga alami dari gangguan tak terlihat.

Dalam tradisi masyarakat Nusantara, terutama di daerah Jawa dan Bali, kemangi bukan sekadar tanaman dapur. Aromanya yang tajam dan segar diyakini membawa getaran positif yang mampu menetralkan energi negatif di sekitarnya.

Konon, makhluk halus seperti jin, genderuwo, bahkan tuyul yang terkenal gemar mencuri uang tidak tahan terhadap aroma khas daun ini.

Menurut kepercayaan lama, jin dan sebangsanya hidup dalam dimensi yang sejajar dengan manusia, namun mereka sangat sensitif terhadap bau-bauan tertentu.

Bau kemangi yang menusuk dianggap mengganggu keseimbangan “frekuensi” makhluk halus, seperti halnya asap kemenyan atau dupa dalam ritual.

Baca Juga:  APBD Perubahan Jabar 2025 Fokus Belanja Infrastruktur dan Pendidikan

Itulah sebabnya, di beberapa daerah, daun kemangi sering ditabur di bawah bantal bayi agar tidak diganggu oleh makhluk tak kasat mata, atau di pojokan rumah dan laci penyimpanan uang sebagai pengusir tuyul.

Secara spiritual, kemangi juga dipercaya membawa sifat “suci” dan “penolak bala”. Dalam beberapa upacara adat, terutama dalam ritual bersih desa atau ruwatan, kemangi kerap digunakan sebagai bagian dari sesajen atau ramuan pembersih yang dipercikkan ke sudut-sudut rumah.

Ini bukan hanya soal tradisi, tapi juga warisan leluhur yang mempercayai bahwa alam dan dunia gaib memiliki hubungan erat yang bisa diseimbangkan lewat unsur-unsur alami. Tak heran, meski kecil dan tampak sederhana, kemangi memiliki posisi terhormat dalam laku spiritual masyarakat.

Jenis Tanaman Pengusir Jin dan Tuyul

1. Daun Kelor (Moringa oleifera)

Kekuatan mistis: Daun kelor sering digunakan dalam ritual untuk “menyadarkan” orang yang kesurupan atau terkena santet. Jin diyakini sangat takut dengan kelor. Cara penggunaan: Tanam di pekarangan, atau gantung beberapa ikat daun kelor di depan pintu dan jendela.

2. Pohon Bidara Arab (Ziziphus mauritiana)
Kepercayaan: Sangat dikenal dalam tradisi Islam, digunakan untuk ruqyah dan mandi spiritual. Cara penggunaan: Tanam di halaman atau dekat pintu masuk rumah. Daunnya bisa juga diseduh untuk air ruqyah atau disebarkan di pojok rumah.

Baca Juga:  BRI KC Bekasi Harapan Indah Ajak Nasabah Gunakan Digital Banking Melalui Aplikasi BRImo

3. Bambu Kuning

Kekuatan mistis: Dipercaya mampu menangkal aura negatif dan mengusir energi gaib. Cara penggunaan: Tanam di depan pagar atau sudut rumah. Banyak dipakai di Bali dan Jawa dalam ritual tolak bala.

4. Kemangi
Kekuatan Mistis: Tidak hanya dikenal sebagai pelengkap masakan, tetapi juga punya posisi khusus dalam tradisi mistis Nusantara. Aromanya yang khas dan menyengat ternyata tidak disukai oleh makhluk halus, termasuk tuyul yang dikenal suka mencuri uang secara gaib.

Tanaman ini telah lama dipercaya memiliki kekuatan alami untuk mengusir energi negatif dan entitas tak kasat mata. Selain ditanam di pekarangan rumah sebagai pagar gaib, daun-daunnya juga bisa dimanfaatkan langsung

5. Lidah Mertua (Sansevieria)

Fungsi spiritual & ilmiah: Selain menyerap racun di udara, dipercaya mampu menyerap energi negatif dari makhluk halus. Cara penggunaan: Letakkan di ruang tamu, kamar tidur, atau pintu masuk rumah.

6 . Sirih Merah

Kekuatan: Daunnya dipakai dalam banyak ritual tradisional sebagai penolak bala dan pemurni energi. Cara penggunaan: Tanam di pot dan letakkan di dekat pintu rumah atau altar doa.

7. Kembang Sepatu Merah

Fungsi mistis: Dipercaya bisa menyerap aura negatif. Kadang digunakan dalam ritual pembersihan. Cara penggunaan: Ditanam di halaman rumah, lebih baik jika dekat sumur atau kamar mandi. (*)