Bandung, MEDIASERUNI.ID – Media formal atau pers profesional dianggap vital oleh banyak tokoh dunia sebagai pilar demokrasi, alat kontrol kekuasaan, dan sumber informasi publik yang kredibel. Tanpa media yang bebas dan bertanggung jawab, pemerintahan berisiko berjalan tanpa akuntabilitas.

Dari pandangan para tokoh tersebut, jelas bahwa media formal tidak hanya berperan sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai pilar penting dalam menjaga keadilan, transparansi, dan keberlangsungan sistem demokrasi di suatu negara.

Di Indonesia, peran media sudah diatur dalam UUD 1945, UU Pers, dan kode etik jurnalistik. Artinya, media punya tugas besar. Yakni menyebarkan informasi, menjaga transparansi, mengontrol jalannya pemerintahan, dan memastikan masyarakat tetap tahu apa yang sedang terjadi.

Beberapa tokoh dunia pernah menegaskan betapa pentingnya peran media profesional ini.

Baca Juga:  Masyarakat Kebon Dalem Dorong Mansur Hidayat Dua Periode

1. Thomas Jefferson (Presiden ke-3 Amerika Serikat)

“Jika saya harus memilih antara pemerintahan tanpa surat kabar atau surat kabar tanpa pemerintahan, saya akan memilih surat kabar.”

Jefferson menekankan bahwa kebebasan pers jauh lebih penting karena jadi benteng utama kebebasan rakyat.

2. Barack Obama (Presiden ke-44 AS)

“Pers yang baik adalah penangkal terbaik terhadap segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan.”

Menurut Obama, media yang sehat adalah garda terdepan untuk mencegah kekuasaan disalahgunakan.

3. Winston Churchill (PM Inggris)

“Pers yang bebas adalah penjaga tanpa tidur dari setiap hak yang dihargai manusia bebas, ia adalah musuh paling berbahaya bagi tirani.”

Churchill menggambarkan media sebagai pelindung hak-hak sipil dan penghalang bagi kekuasaan yang otoriter.

Baca Juga:  Baru Terjadi, Ratusan Warga Cinangoh Hadiri Sidang Perlawanan Eksekusi Tanah di PN Karawang

4. Nelson Mandela (Presiden Afrika Selatan)

“Pers yang kritis, independen, dan investigatif adalah darah kehidupan dari setiap demokrasi.”

Mandela percaya, tanpa media yang aktif dan bertanggung jawab, demokrasi gak bisa bertahan lama.

5. Angela Merkel (Kanselir Jerman)

“Kebebasan pers adalah salah satu hak paling berharga dalam demokrasi kita.”

Merkel menegaskan bahwa media adalah bagian vital dari sistem demokrasi modern.

Jadi, jangan anggap remeh peran media. Pers yang profesional dan independen bukan cuma penyampai berita, tapi juga bagian penting dari ekosistem demokrasi. Tanpa mereka, suara rakyat bisa hilang, dan kekuasaan bisa lepas kendali. (Berbagai sumber)

Penulis Azhari
Ketua MIO Indonesia Provinsi Jawa Barat