Karawang, MEDIASERUNI.ID – Suasana Balai Desa Pangulah baru tidak seperti biasanya. Ratusan ibu-ibu berkumpul di aula desa, antre beras bantuan pangan 20 Kg, Kamis 31 Juli 2025.

Ratusan warga Pangulah berdatangan sejak pukul 07.30 Wib, membawa undangan resmi pemerintah desa. Mereka bagian dari 327 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar menerima Bantuan Pangan.

“Penyaluran bantuan pangan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang bekerja sama dengan Perum Bulog sebagai pelaksana distribusi, dan pemerintah desa sebagai fasilitator di lapangan. Sejak awal kegiatan, proses pengambilan bantuan berlangsung dengan lancar,” kata Karnalim kepada Mediaseruni.

Baca Juga:  Subang Larang Inspirasi Prilaku Santun dan Taat Perempuan Sunda pada Suami

Ia menjelaskan data KPM saat ini turun dibandingkan tahun 2024 sebanyak 698 KPM saat ini 327 KPM dikarenakan keluarga Penerima Manfaat beras saat ini menggunakan Data Terpadu Sosial Ekonomi ( Regsosek).

“Data ini berasal dari perpaduan data P3KE dengan Registrasi sosial Ekonomi ( Regsosek ) tahun 2023 ” jelasnya.

Dengan hal tersebut KPM bantuan tahun 2025 berkurang cukup siginifikan dengan adanya data terpadu sosial ekonomi dari Pusat.

Baca Juga:  Edukasi Keselamatan Berlalulintas Sejak Dini, Polres Garut Gelar Program Polisi Sahabat Anak

Karnalin juga mengatakan, data dari pusat jadi masyarakat ataupun penerima bansos sebelumnya dapat bantuan di tahun 2025 kali ini tidak dapat bantuan pangan bukan kesalahan RT, Dusun ataupun pemerintah desa.

“Ini murni sistem yang dipergunakan oleh pemerintah pusat yang dipergunakan satu pintu, yaitu Data Terpadu sosial ekonomi” tuturnya. (Asep)