Karawang, MEDIASERUNI.ID – Sejak terakhir jebol, Bendungan Jungkur di Desa Kutalanggeng Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kondisinya makin memprihatinkan, bahkan nyaris tidak terurus.
Padahal Bendungan Jungkur ini menjadi sangat penting dan menjadi sumber irigasi bagi puluhan hektar sawah di sekitar Desa Kutalanggeng.
Menanggapi kondisi tersebut, H. Jenal Aripin, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, meninjau langsung lokasi Bendungan Jungkur bersama Kepala Desa Kutalanggeng, Yati, dan warga setempat, kemarin, 30 Agustus 2025.
“Bendungan ini sangat vital bagi pertanian lokal karena mengaliri lahan persawahan yang luas,” ucap Kades Yati, dan berharap mendapat perhatian serius pemerintah.
Kades Yati juga berharap, kehadiran Kang HJA, sapaan familiar H Jenal Aripin, dapat menjadi solusi terhadap kondisi Bendungan Jungkur yang saat ini memprihatikan.
“Kondisi tanggul bendungan yang jebol sepanjang 20 meter dan ke daleman 15 meter memerlukan perbaikan segera. Anggaran diperkirakan mencapai 2–3 miliar rupiah,” ujar Kang HJA, sapaan akrab H. Jenal Aripin. Ia mengaku khawatir karena hingga kini belum ada penanganan dari pemerintah, padahal bendungan ini sangat dibutuhkan warga.
Kang HJA meminta pemerintah Kabupaten Karawang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian PUPR, termasuk pihak PJT, segera menindaklanjuti perbaikan bendungan. Ia menekankan, perbaikan sarana dan prasarana irigasi ini juga sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden, sehingga pondasi pertanian di Karawang bisa tetap kuat. (Iman)