PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Rencana aksi unjuk rasa yang semula dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 17 April, oleh para relawan dan petani di Desa Jatiroyom Kecamatan Bodeh Pemalang  resmi ditunda sementara. Keputusan ini disampaikan langsung oleh relawan masyarakat, Erry Setiawan, yang selama ini aktif memperjuangkan hak-hak petani di wilayah tersebut.

Penundaan aksi bukan tanpa alasan. Erry mengungkapkan bahwa persiapan yang diperlukan untuk menggelar aksi belum sepenuhnya matang, terutama terkait kelengkapan data dan kesiapan para petani yang diduga menjadi korban.

“Kami tidak membatalkan aksi ini, hanya menundanya sementara. Saat ini kami masih mengumpulkan data-data petani yang tidak mendapatkan haknya, termasuk bantuan yang seharusnya mereka terima,” ujar Erry dalam keterangannya.

Baca Juga:  DPRD Jabar Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintah Daerah

Ia juga menyoroti adanya dugaan ketidakadilan yang dilakukan oleh oknum kelompok tani yang diisi atau diketuai oleh perangkat desa setempat. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa aksi tersebut direncanakan.

Selain itu, pemberitahuan yang sebelumnya akan disampaikan kepada pihak kepolisian dan dinas terkait juga untuk sementara dibatalkan, seiring dengan penundaan aksi.

Erry menegaskan bahwa aksi akan tetap dilaksanakan setelah seluruh persiapan dirasa cukup matang. Bahkan, ia menyebut kemungkinan aksi akan digelar pada Jumat pekan berikutnya.

Baca Juga:  Setda Kabupaten Garut Perkuat Standar Pelayanan Publik melalui Pendampingan SKM dan Forum Konsultasi

“Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya para petani, benar-benar paham terhadap materi dan tuntutan yang akan disampaikan. Jangan sampai aksi dilakukan tanpa kesiapan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal permasalahan ini hingga tuntutan para petani dapat terpenuhi. Ia berharap pihak-pihak yang diduga merugikan petani dapat bertanggung jawab atas perbuatannya.

“Aksi ini akan terus kami lanjutkan sampai hak-hak petani benar-benar terpenuhi,” tegas Erry.

Penundaan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi serta melengkapi bukti-bukti yang diperlukan, sehingga aksi yang akan datang dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.