MEDIASERUNI – Anak-anak lebih mudah menerima iklan dan promosi daripada orang dewasa. Mereka cenderung menerima apa yang ditampilkan dalam iklan tanpa banyak pertimbangan.
Banyak faktor yang membuat anak-anak lebih gampang menerima promo ketimbang orang dewasa. Diantaranya, karena anak-anak belum memiliki keterampilan kritis yang matang untuk menilai iklan dengan bijaksana.
Biasanya anak-anak akan tertarik dengan produk-produk makan maupun minuman serta mainan. Produk-produk ini sering dikemas dengan cara yang menarik, sehingga memudahkan anak-anak untuk memgingatnya.
Dalam rangka mengurangi dampak negatif, penting bagi orang tua dan pendidik untuk mengajarkan anak-anak tentang kritisisme terhadap iklan, mengawasi waktu menonton televisi, dan membatasi paparan anak-anak terhadap iklan yang tidak sehat.
Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak menerima promosi-promosi iklan lebih mudah ketimbang orang dewasa.
1. Pengaruh Media Televisi
Anak-anak menghabiskan banyak waktu menonton televisi, termasuk tayangan iklan. Rata-rata, anak-anak menghabiskan 3-3,5 jam per hari menonton televisi, termasuk satu jam tayangan iklan.
Iklan yang ditujukan langsung untuk anak-anak seringkali menampilkan mainan, makanan, dan produk lain yang menarik minat mereka.
2. Pengemasan Produk
Iklan memperkenalkan anak-anak pada berbagai produk dan merek. Sering juga menggunakan tokoh kartun atau model yang menarik perhatian anak-anak.
Selain kemasan yang menarik dapat mempengaruhi persepsi anak terhadap produk tersebut. Sehingga membuat anak-anak untuk cenderung mengingatnya.
3. Pengaruh Teman Sebaya
Anak-anak sering terpengaruh oleh teman sebaya. Jika teman mereka tertarik pada suatu produk yang diiklankan, mereka juga cenderung tertarik.
4. Kurangnya Pengalaman Konsumsi Anak-anak belum memiliki pengalaman konsumsi yang luas, sehingga mereka lebih mudah tergoda oleh iklan yang menjanjikan kepuasan atau kesenangan. (Ari/*)