Kota Bandung, MEDIASERUNI.ID – Pemkot Bandung membuktikan komitmen pembangunan infrastruktur di wilayahnya, dengan memperkuat anggaran dari Rp 130 miliar menjadi Rp 300 miliar, sebagai upaya percepatan perbaikan kualitas jalan di berbagai wilayah.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, menegaskan peningkatan anggaran tersebut harus dibarengi perencanaan yang matang dan akuntabel. “Besarnya anggaran tidak boleh hanya terlihat di atas kertas, tetapi juga harus menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan tepat sasaran,” katanya, dikutip 20 Februari 2026.

Farhan mengakui masih ada catatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait ketidaksesuaian antara perencanaan dan hasil inspeksi proyek.

Baca Juga:  Momen Halal Bihalal, Perkuat Konsolidasi Organisasi MIO Indonesia Kukuhkan Pengurus Baru 

“Pemkot Bandung berkomitmen memperkuat tata kelola penganggaran dan pengawasan guna meningkatkan skor pencegahan korupsi serta memastikan pelaksanaan APBD berjalan transparan,” pungkas Farhan.

Selain fokus pada infrastruktur jalan, pengelolaan sampah juga menjadi prioritas. Farhan menilai arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup merupakan bentuk dukungan agar sistem pengolahan sampah lebih terukur dan berbasis parameter kuantitatif, mulai dari penganggaran, kapasitas SDM, ketersediaan lahan, hingga kualitas daur ulang.

Baca Juga:  Kabupaten Sukabumi Dilanda Bencana Hebat, 30 Kecamatan Terdampak

Saat ini, Pemkot Bandung masih perlu meningkatkan kapasitas SDM, partisipasi masyarakat, serta mutu proses daur ulang agar pengelolaan sampah lebih ramah lingkungan dan melibatkan banyak pihak.

Perbaikan sistem ini diharapkan mampu mengurangi beban sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti sekaligus mendorong ekonomi sirkular di tingkat lokal.

Dengan lonjakan anggaran infrastruktur, penguatan tata kelola, dan pembenahan sistem pengelolaan sampah, Pemkot Bandung menegaskan komitmennya membangun kota yang transparan, sehat, dan berkelanjutan. (*)