Bandung, MEDIASERUNI.ID – Sejumlah jalur utama non-tol di Jawa Barat diperkirakan mengalami peningkatan kepadatan kendaraan saat arus mudik dan arus balik Idulfitri 2026.

Untuk mengantisipasi kemacetan, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat menyiapkan berbagai langkah rekayasa lalu lintas, mulai dari sistem satu arah hingga penertiban aktivitas di badan jalan.

“Salah satu titik rawan kemacetan berada di jalur Simpang Jomin–Simpang Mutiara hingga Cikopo,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar, Senin 9 Maret 2026, kepada Wartawan, di Bandung.

Untuk mengurai kepadatan di ruas tersebut, lanjut Dhani, Dishub Jabar bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional akan menutup 47 titik putaran balik (u-turn). Dari seluruh titik yang ada, hanya delapan u-turn yang akan tetap dibuka selama periode arus mudik dan balik.

“Penutupan titik putaran balik akan dilakukan untuk memperlancar arus kendaraan yang melintas di jalur tersebut,” ujar Dhani, memaparkan upaya antisipasi macet arus mudik.

Kemacetan juga diprediksi terjadi di jalur Ciawi–Cibadak–Sukabumi. Pada periode puncak mudik dan arus balik, kepolisian akan melakukan penindakan terhadap kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih yang melintas di jalur tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan menertibkan parkir liar serta pedagang kaki lima yang menggunakan badan jalan, karena dinilai berpotensi menghambat kelancaran arus lalu lintas.

Baca Juga:  Pemuda Cihampelas Bimbing Lansia Sulap Eceng Gondok Jadi Produk Ekonomis, Ikhtiar Pulihkan Sungai Citarum

Sementara itu, di kawasan Ciawi–Simpang Gadog–Puncak, Kabupaten Bogor, kepolisian akan menerapkan sistem ganjil genap serta skema satu arah (one way). Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang biasanya meningkat di kawasan wisata tersebut.

Satpol PP juga akan melakukan penertiban aktivitas masyarakat di sekitar jalan yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Dishub Jabar juga mengantisipasi kemacetan di kawasan Simpang Susun Cileunyi dan Nagreg, Kabupaten Bandung. Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, sejumlah langkah disiapkan, seperti penyediaan alat pembaca kartu tol elektronik mobile reader.

Selain itu, Dishub juga akan memasang papan informasi tambahan sebagai panduan bagi pengendara jika terjadi pengalihan arus menuju Tol Cisumdawu. “Selain itu, kami menyiapkan papan informasi tambahan jika dilakukan pengalihan arus ke Tol Cisumdawu,” kata Dhani.

Titik rawan kemacetan lainnya berada di jalur Limbangan–Malangbong dan Gentong. Di kawasan ini, Satpol PP akan menertibkan aktivitas masyarakat di sekitar jalan agar tidak mengganggu kelancaran arus kendaraan.

Sementara itu, jalur Pelumbon – Kadawung – Cirebon juga diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan selama masa mudik. Untuk mengantisipasi kemacetan, pemerintah daerah akan menertibkan parkir di bahu jalan serta aktivitas pedagang kaki lima di sekitar jalur tersebut.

Jalur Alternatif Mudik di Jawa Barat

Selain menyiapkan rekayasa lalu lintas, pemerintah juga mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan jalur alternatif guna menghindari kepadatan di jalur utama.

Baca Juga:  Berita Duka, Ibunda Dewan Pengawas Paguyuban Asep Dunia (PAD) Asep Kustiwa Meninggal Dunia

Di wilayah utara Jawa Barat, tersedia delapan jalur alternatif, yakni Sukamandi – Kalijati (22 km), Pamanukan – Subang (31 km), Kadipaten – Jatitujuh – Jatibarang (40,7 km), Haurgeulis – Patrol (19 km), Cikamurang – Jangga (35 km), Budur – Tegalgubug – Jagapura – Mundu (32 km), Losari – Ciledug – Cidahu – Kuningan (95 km), serta Cirebon – Sumber – Rajagaluh – Majalengka (32 km).

Di jalur tengah Jawa Barat, terdapat empat jalur alternatif yang dapat digunakan pemudik, yaitu Subang – Lembang – Bandung (41 km), Sumedang – Jalan Cagak – Wanayasa – Purwakarta (85 km), Talaga – Bantarujeg – Wado – Sumedang (79 km), serta Kuningan – Cikijing – Majalengka – Kadipaten (45 km).

Sementara di wilayah selatan Jawa Barat, tersedia lima jalur alternatif, yakni Garut – Banyuresmi – Leuwigoong – Kadungora – Cijapati – Majalaya – Bandung (78 km), Sasak Beusi – Cibatu – Leles (19 km), Banjar – Manonjaya – Tasikmalaya (44 km), Malangbong – Wado (15 km), serta Parakan Muncang – Warung Simpang (9 km). (*)