Purwakarta, MEDIASERUNI.ID – Belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti kebakaran di Pasar Rebo, Purwakarta, Jawa Barat, namun sejumlah pedagang mengaku rugi hingga ratusan juta rupiah akibat peristiwa yang terjadi Selasa 24 Februari 2026, dini hari.

Seperti diungkap Haji Tatang, pemilik toko sembako yang ikut ludes terbakar. “Kalau ditaksir mencapai Rp 100 juta,” ucap Tatang, Selasa 24 Februari 2026, seraya bergumam kalau Pasar Rabo adalah pasar swasta, mudah-mudahan ada ganti rugi juga.

Haji Tatang tahu Pasar Rebo terbakar sekitar pukul 03.30 Wib. Dirinya terbangun dan rencana mau sahur. “Saya dikasih kebakaran pas bangun mau sahur,” ucap pedagang sembako ini.

Baca Juga:  Penjabat Gubernur Jawa Barat Pamitan Dengan Pangdam III/Siliwangi

Sementara, berdasarkan informasi, api berkobar besar dan sempat disertai suara ledakan yang membuat warga sekitar panik. Api pertama kali terlihat dari salah satu toko di bagian belakang pasar. Kobaran api langsung membesar karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam kios.

Sedikitnya enam unit mobil pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Petugas pun berjibaku agar si jago merah tidak semakin meluas ke bangunan lainnya.

Sejumlah pedagang mengaku mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas dan bahan mudah terbakar di dalam kios. Kondisi tersebut membuat api cepat merambat ke sejumlah lapak pedagang.

Baca Juga:  Bey Machmudin Tinjau Kesiapan Asrama Haji Indramayu dan Bandara Kertajati

Pengurus Pasar Rebo, Anwar Apip, mengatakan dirinya mendapat informasi kebakaran sekitar pukul 02.15 Wib menjelang sahur. Ia langsung menuju lokasi dan mendapati para pedagang berupaya menyelamatkan barang dagangan mereka.

“Sebagian ada yang bisa diselamatkan, tapi sebagian lainnya hangus terbakar,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian. Hingga kini, jumlah kios yang terbakar masih dalam pendataan. Petugas damkar masih melakukan proses pendinginan untuk mencegah api kembali muncul. (Yeni)