MEDIASERUNI – Terkadang, panik itu datang bersamaan dengan persoalan. Kepanikan itu tidak mesti terjadi sebetulnya, jika kita selalu berpikir positif.

Inilah yang terjadi. Pagi ini, dalam perjalanan menuju tempat pekerjaan, kedua ban motor penulis semuanya kondisi kempis. Saya pun penasaran, karena beberapa hari yang lalu setiap kali ban kempis, hanya diisi angin saja.

Hari ini, saya pun penasaran kepada pemilik bengkel untuk dicek kedua ban motor, sambil mengisi 1 liter bensin. Pas dicek, ternyata kedua ban motor saya harus ditambal. Saya pun segera menyetujui agar secepatnya bisa melanjutkan perjalanan.

Ada pelajaran yang menarik dari perjalanan ini, di mana sesuatu yang tidak sesuai harapan. Ketika ke bengkel hanya ingin tambah angin lalu isi bensin saja. Namun, diluar dugaan harus menambal kedua ban motor saya, bahkan ban belakang yang ditambal ada dua.

Setiap orang pastinya memiliki masalah, masalah pada intinya adalah sesuatu yang harus dipecahkan bukan ditinggalkan.

Namun dibalik semua itu, ada pelajaran penting yang penulis petik yaitu bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya begitu juga Allah SWT memberikan masalah pastinya sesuai dengan kemampuan setiap hamba-Nya.

Saya memiliki sebuah pengalaman, suatu hari saya akan mengikuti sebuah acara bertempat di daerah sekitar Kecamatan Saguling Kabupaten Bandung Barat.

Saat itu, saya tidak membawa kendaraan sendiri namun ikut ke salah seorang panitia kegiatan. Kami pun beragkat menuju tempat acara.

Namun, di perjalanan, ia berhenti sebentar untuk mengambil uang di ATM Mini. Selepas mengambil uang, tiba-tiba motor yang dikendarinya tidak dapat menyala dan beberapa kali distater motor tersebut tak menyala. Kami pun berkesimpulan aki motor ini sudah lemah.

Baca Juga:  Dinas Lingkungan Hidup Pemalang Gelar Forum Konsultasi Publik

Lantas kami pun mencari bengkel untuk memperbaiki motor agar dapat melanjutkan perjalanan. Kami menemukan bengkel yang tak jauh dari tempat saat teman saya mengambil uang.

Namun, pemilik bengkel tidak dapat melayani kami karena harus menunggu beberapa motor yang sudah antre duluan. Kami pun menghargai sikap dari pemilik bengkel tersebut.

Melihat hal itu, kami pun sepakat bahwa saya berangkat menuju lokasi acara sendirian naik ojeg. Namun sebelum saya berangkat, tiba-tiba ada sahabat lama teman saya datang dan berhenti di samping bengkel.

Mereka berdua akhirnya berbincang-bincang, melepas rasa kangen, karena sudah beberapa tahun baru bertemu lagi.

Setelah beberapa jam, kami pun bertemu dengannya di lokasi, saya pun bertanya kepadanya terkait dengan kondisi motor seperti apa. Ia pun menuturkan bahwa saya bisa memperbaiki motor ke bengkel, teman yang waktu di SMA nya membantu mendorong motor dengan cara “distep” dan alhamdulillah bisa mengganti aki motor.

Mendengar tuturan dari teman saya itu, menjadi inspirasi bagi saya terkait dengan mainset sebagai seorang manusia ketika mendapatkan masalah seolah terasa berat dan was-was. Namun ternyata, dibalik sebuah masalah ada jalan keluar yang sudah diatur oleh Allah SWT.

Masalah merupakan hal yang tidak diharapkan atau tidak sesuai dengan harapan. Namun, dibalik masalah yang dihadapi oleh setiap manusia merupakan bagian penting sebagai ujian dalam meningkatkan kesabaran.

Setiap manusia diuji oleh Allah SWT tentunya disesuaikan dengan kemampuannya. Dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 286, Allah SWT berfirman artinya; “Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya….”

Baca Juga:  Kolaborasi Srikandi PLN dan YBM PLN di bulan Ramadan, Salurkan Bantuan Korban Banjir Bekasi

Menurut Ibnu Katsir dikutip www.detik.com seseorang tidak dibebani melainkan sebatas kemampuannya. Ibnu Katsir mengatakan, hal itu merupakan salah satu sifat lemah-lembut Allah SWT kepada makhluk-Nya dan kasih sayang-Nya serta kebaikan-Nya pada mereka.

Maka, ketika kita mendapatkan masalah atau musibah sikap yang paling penting adalah kita berbaik sangka kepada Allah SWT. masalah menjadi ujian sejauh mana sabar dan syukur kita dalam menghadapi masalah tersebut.

Boleh jadi apa yang tidak kita sukai, padahal dalam pandangan Allah adalah lebih baik bagi kita, begitupun sebaliknya.

Setiap orang pastinya memiliki ujian yang berbeda-beda. Ada orang yang diuji dengan kefakiran, ada orang yang diuji dengan kekayaan, ada pula yang diuji melalui jabatan, dan sebagainya. Semuanya adalah ujian dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaaan kita kepada Allah SWT.

Dalam menghadapi permasalahan, semangat dalam berikhtiar adalah sebuah keharusan. Kerja keras dengan diiringi doa dan tawakal. Karena disetiap kesulitan ada kemudahan.

Dalam Al-Qur’am Surat Al-Insyirah ayat 6 artinya; “Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.”

Ayat tersebut merupakan ulangan ayat sebelumnya untuk menguatkan arti yang terkandung dalam ayat yang terdahulu. Bila kesulitan itu dihadapi dengan tekad yang sungguh-sungguh dan berusaha dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk melepaskan diri darinya, tekun dan sabar serta tidak mengeluh atas kelambatan datangnya kemudahan, pasti kemudahan itu akan tiba.

Maka setelah selesai satu urusan, kita selesaikan urusan lainnnya serta berharap hanya kepada Allah SWT. Semoga tulisan ini bermanfaat. (Dadan/Mediaseruni)