BI Dorong Integrasi Sistem Pembayaran Regional Lewat Ekspansi QRIS
MEDIASERUNI.ID – QRIS menjadi instrumen utama Bank Indonesia (BI) dalam mendorong integrasi sistem pembayaran regional sekaligus memperkuat stabilitas moneter di era digital. Mulai kuartal I-2026, BI memastikan implementasi QRIS lintas negara dengan China dan Korea Selatan dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas konektivitas pembayaran sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama keuangan internasional.
Ekspansi QRIS tersebut bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan bagian dari kebijakan sistem pembayaran yang terintegrasi dengan tujuan menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
QRIS Lintas Negara sebagai Instrumen Kebijakan Sistem Pembayaran
Dalam perspektif regulator, pengembangan QRIS lintas negara memiliki peran penting dalam menciptakan sistem pembayaran yang efisien, aman, dan andal. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyampaikan bahwa kerja sama dengan China dan Korea Selatan telah melalui proses harmonisasi regulasi serta uji kesiapan infrastruktur.
Menurut Filianingsih, integrasi ini diharapkan dapat menekan biaya transaksi lintas negara serta mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai. Selain itu, penggunaan QRIS juga memberikan transparansi yang lebih baik dalam arus transaksi, yang menjadi salah satu aspek penting dalam pengawasan sistem keuangan.
Harmonisasi Regulasi Antarotoritas
Implementasi QRIS lintas negara menuntut keselarasan aturan antara bank sentral dan otoritas sistem pembayaran di masing-masing negara. BI menekankan pentingnya prinsip saling pengakuan (mutual recognition) serta standar keamanan yang setara untuk menjaga kepercayaan publik dan stabilitas sistem.
Ekspansi QRIS Selaras dengan Agenda Kebijakan Moneter BI
Dari sisi kebijakan moneter, QRIS dinilai mendukung efektivitas transmisi kebijakan melalui sistem pembayaran digital yang semakin luas. Dengan meningkatnya penggunaan transaksi nontunai, BI memiliki basis data yang lebih kuat dalam memantau aktivitas ekonomi secara real-time.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa penguatan sistem pembayaran digital merupakan salah satu pilar utama bauran kebijakan BI, bersama dengan kebijakan moneter dan makroprudensial. QRIS lintas negara dipandang mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
India dan Asia Jadi Fokus Kerja Sama Pembayaran Berikutnya
Selain China dan Korea Selatan, BI juga membuka peluang kerja sama dengan India serta sejumlah negara Asia lainnya. Diskusi dengan otoritas di India saat ini masih berlangsung, dengan fokus pada kesiapan regulasi dan interoperabilitas sistem pembayaran.
Target BI untuk menambah hingga delapan negara mitra sepanjang tahun 2026 menunjukkan komitmen kuat dalam membangun jaringan pembayaran regional. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat kerja sama ekonomi Asia serta mengurangi fragmentasi sistem pembayaran lintas negara.
Pertumbuhan QRIS Perkuat Landasan Kebijakan Digital
Kinerja QRIS di dalam negeri menjadi landasan kuat bagi ekspansi internasional. Pada kuartal IV 2025, volume transaksi QRIS tercatat tumbuh 139,99 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini turut mendorong total transaksi pembayaran digital nasional mencapai 14,26 miliar transaksi, atau naik 39,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Digitalisasi Transaksi Dukung Stabilitas Sistem Keuangan
Selain QRIS, transaksi melalui mobile banking dan internet banking juga mencatat pertumbuhan masing-masing sebesar 12,10 persen dan 15,10 persen (yoy). BI menilai tren ini sebagai indikator keberhasilan kebijakan digitalisasi sistem keuangan yang tetap menjaga prinsip kehati-hatian.
Dengan basis transaksi digital yang semakin luas, BI memiliki ruang lebih besar untuk memperkuat pengawasan, mitigasi risiko, serta perlindungan konsumen.
QRIS sebagai Pilar Integrasi Keuangan Regional
Ke depan, Bank Indonesia menempatkan QRIS sebagai pilar utama dalam integrasi keuangan regional. Implementasi lintas negara tidak hanya bertujuan mempermudah transaksi masyarakat, tetapi juga memperkuat kerja sama kebijakan antara bank sentral di kawasan Asia.
BI menegaskan bahwa pengembangan QRIS akan terus diiringi dengan penguatan regulasi, infrastruktur, dan tata kelola. Dengan demikian, sistem pembayaran nasional diharapkan mampu mendukung stabilitas moneter sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
