Karawang, MEDIASERUNI.ID – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Darawolong Kecamatan Purwasari Kabupaten Karawang Jawa Barat, disalah gunakan oknum pegawai desa.
Sumber mediaseruni, Minggu 28 Desember 2025, menyebut Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bersangkutan menolak menerima bantuan, padahal orang tersebut tidak mengetahui bansos itu turun karena tidak menerima surat undangan.
Saat disingung jika benar masyarakat menolak beras tersebut harus ada di desa, dirinya menjawab bantuan tersebut dialihkan, sambil memperlihatkan foto data tersebutlah.
“Ini datanya No Bast – 202511321529001 atas nama Onengsih warga Dusun Krajan RT.03.01 Desa Darawolong Kecamatan Purwasari dan dialihkan kepada data penyerahan SPTJM pengganti atas nama Wiwi Widanengsih, warga Dusun Krajan Desa Darawolong Kecamatan Purwasari tanggal serah 13-12-2025 11:19,“ tegasnya.
Menurutnya, tidak hanya bansos jenis beras saja terjadi kecurangan, melainkan seperti belum lama BLT dari dana desa. “Satu RT hanya satu KPM yang menerima, itu sangat jelas terlihat ada penyimpangan, satu orang menerima RP. 1,800.000,”ucapnya.
Ia juga memastikan ada oknum perangkat desa yang bermain pada penyaluran bansos tersebut. Pada pelaksanaannya benar penerima manfaat yang menerimanya tapi dibalik itu semua, uangnya ada yang di bagi tiga bahkan dibagi dua dengan pejabat bejat.
“KPM Rp 800.000 dusun satu juta,”ungkap narasumber dengan nada kesal.
Sementara BLT kesra yang kemaren ini dicairan secara dortudor kerumah masing-masing KPM, yang di laksanakan oleh TKSK, PSM dan dusun, itu bisa terjadi penyelewengan. Yang seharusnya menerima bisa tidak ada.
Menurutnya kebobrokan yang terjadi di desa Darawolong bukan hanya dibansos saja, akan tetapi masih banyak seperti kasus PTSL yang sampai saat ini masyarakat masih banyak yang belum menerima sertifikat.
Padahal warga sudah memberikan sebagian uwang administrasi tersebut, mereka bahkan mengancam demo kedesa.
Ia juga menjelaskan dengan sakitnya kepala desa Darawolong haya saja jadi boneka di desa. “Kepala desa aktip hanya duduk saja disamping BPD untuk didokumentasikan photo dan vidio saja,” tandasnya.
Kasi Sosial Desa Darawolong Fadlan, saat dikonfirmasi menyebutkan, permasalahan itu sudah beres. “Berawal penerima manfaat diluar negeri itu hanya pengalihan foto saja karena disatu KK masih ada suaminya cuma sakit,” kata Fadlan.
Dirinya mengaku hanya monitoring, pelaksananya, itu tugas PSM. “Kemarin PSMnya sudah ditegur,” ucapnya.
Saat ditanya mengenai penyaluran BLT Kesra yang dilakukan dor to dor, menurutnya itu sudah ada surat tugas dari Kemensos. (Sarmin)
