Karawang, MEDIASERUNI.ID – SDN Jomin Barat 2 di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, secara rutin menjalankan program salat duha berjamaah dan istigasah setiap pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan karakter religius bagi para siswa.

Selama bulan Ramadan, kegiatan tersebut semakin ditingkatkan dengan memperbanyak praktik ibadah yang disesuaikan dengan jenjang kelas, dibandingkan materi pembelajaran seperti biasanya.

Hal itu disampaikan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN Jomin Barat 2, Nuri S.Pd.I, Rabu 25 Februari 2026. Ia menjelaskan, kegiatan Ramadan dibagi berdasarkan tingkatan kelas.

“Untuk kelas rendah, kegiatan difokuskan pada murojaah Al-Qur’an Surah Juz 30 yang mudah dihafal. Setelah selesai, siswa kembali ke kelas untuk menerima materi tentang puasa. Sedangkan untuk kelas tinggi, materi lebih diarahkan pada keutamaan akhlak dalam Islam,” jelasnya.

Baca Juga:  Klinik UMKM Solusi Konsultasi Pengusaha UMKM yang Bingung

Ia menambahkan, sekolah juga menekankan pentingnya kebersihan sebagai bagian dari nilai keislaman. “Karena sekolah kami mencanangkan program sekolah bersih dari sampah, maka kami angkat tema kebersihan dalam pandangan Islam,” ujarnya.

Menurut Nuri, sejak mulai mengajar pada 2019, ia melihat antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan keagamaan sangat tinggi, terlebih saat bulan Ramadan. Berbagai kegiatan kreatif pun digelar untuk meningkatkan semangat siswa.

“Kami mengaktifkan anak-anak melalui game Ramadan, seperti tebak surah Al-Qur’an dan kegiatan lainnya. Alhamdulillah, mereka sangat senang. Kami juga memberikan hadiah kecil seperti pensil bagi siswa yang hafal Al-Qur’an. Hanya saja, kendala kami ada pada keterbatasan fasilitas ruangan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Dorong Pemerataan Kampus Swasta di Daerah

Diketahui, SDN Jomin Barat 2 memiliki enam ruang kelas, sementara jumlah rombongan belajar mencapai 12 kelas. Untuk menyiasatinya, kegiatan belajar mengajar dibagi menjadi dua sesi.

Di tempat yang sama, Kepala SDN Jomin Barat 2, Hj. Julaeha, S.Pd., berharap seluruh materi yang disampaikan guru dapat dipahami dan diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Mudah-mudahan apa yang disampaikan para guru bisa dipahami, diserap, dan dipraktikkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. (Asep)