Karawang, MEDIASERUNI.ID – Pemerintah Kabupaten Karawang menyerahkan secara simbolis 220 unit becak listrik gratis bantuan Presiden Prabowo Subianto, di Aula Husni Hamid, Pemkab Karawang, Jumat 2 Oktober 2026.
Bantuan didistribusikan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) ini diprioritaskan bagi para pengayuh becak lansia yang masih mengandalkan mata pencaharian tersebut.
Selain penyerahan becak listrik, kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan tablet pintar, program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), sertifikasi guru PAI, serta dukungan pembangunan Posyandu di wilayah Karawang.
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menyampaikan bantuan ini ditujukan kepada warga yang benar-benar membutuhkan berdasarkan verifikasi data Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) hasil kolaborasi Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, dan Tani Merdeka.
“Becak listrik ini diberikan khusus untuk para pengayuh becak yang sudah sepuh, rata-rata berusia 50 hingga 80 tahun, agar dapat meringankan beban kerja sekaligus membantu meningkatkan perekonomian keluarga mereka,” ujar Bupati Aep.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep sempat melakukan uji coba mengendarai becak buatan PT Pindad itu untuk memastikan keamanan dan kenyamanannya.
“Kecepatannya sekitar 30 km/jam. Saya sudah coba dua kali, dari pelan lalu agak dipercepat dan bermanuver di jalan berlubang, ternyata posisinya tetap stabil dan seimbang. Fiturnya juga lengkap, ada bel manual, klakson, lampu utama, serta lampu sein kanan-kiri yang sangat membantu jika mereka menarik becak di malam hari,” terangnya.
Sekali pengisian daya penuh, becak listrik ini mampu menempuh jarak hingga 30 kilometer. Untuk mendukung operasional harian, Pemkab Karawang berencana menyediakan pangkalan khusus yang terintegrasi dengan stasiun pengisian daya listrik.
Bupati Aep juga menegaskan pentingnya pengawasan agar bantuan ini tidak dipindahtangankan atau diperjualbelikan. “Pemerintah Daerah bersama instansi terkait akan terus memantau. Ingat, ini adalah amanah dan pemberian Presiden, jadi jangan sampai berpindah tangan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan GSN, Letjen TNI (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko, menjelaskan bahwa penyaluran becak listrik ramah lingkungan ini dilakukan secara bertahap nasional dengan memprioritaskan faktor usia penerima.
“Dari data yang kami himpun, ada sekitar 80.000 pengayuh becak di Indonesia. Target awal kami meluncurkan 2.500 unit dan saat ini sudah tersalurkan sekitar 12.000-an unit yang terdistribusi di Pulau Jawa, meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Bahkan kami juga merencanakan pengiriman ke Kabupaten Jayawijaya, Papua,” ungkap Teguh.
Ia menambahkan, armada becak listrik ini diproduksi PT Pindad dan telah melewati tahap penyempurnaan daya angkut serta ketahanan. Becak ini mampu menahan beban hingga 250 kilogram dan tetap bertenaga saat melintasi jalanan menanjak.
“Becak ini hak milik penerima dan dapat diwariskan ke anak cucu, namun tegas tidak boleh diperjualbelikan. Pendistribusian akan terus berlanjut seiring proses produksi agar seluruh pengayuh becak lansia di Indonesia bisa tersentuh bantuan ini,” pungkasnya. (damar)
