Pemalang, MEDIASERUNI.ID – Bupati Pemalang, Anom Widiantoro, menegaskan pentingnya ruang publik sebagai wadah ekspresi dan pengembangan potensi generasi muda. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara English Contest and Showcase 2025 yang digelar di Pendopo Bupati Kabupaten Pemalang, Sabtu (tanggal menyesuaikan).

Dalam sambutannya, Bupati Anom menyampaikan bahwa panggung kreativitas tidak harus selalu berada di tempat formal atau mewah. Menurutnya, alun-alun, city walk, hingga ruang terbuka lainnya dapat dimanfaatkan sebagai media berekspresi bagi masyarakat, khususnya pelajar dan anak muda.

“Panggung itu tidak harus di pendopo, tidak harus di alun-alun, tidak harus di acara resmi. Semua ruang publik bisa menjadi panggung untuk anak-anak kita menyalurkan bakat, membangun kepercayaan diri, dan berorganisasi,” ujarnya.

Bupati Anom mengapresiasi para peserta yang telah tampil dan menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris serta bakat seni dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, kegiatan seperti ini tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu bersaing dan setara dengan daerah lain, bahkan di tingkat global.

Baca Juga:  Emak Emak CKM Grup Serbu Masuk Gratis Riviera Waterpark Citra Kebun Mas

Lebih lanjut, ia mendorong para guru, khususnya guru seni dan bahasa, untuk terus memberi ruang dan dukungan kepada siswa agar berani tampil dan mengasah kemampuannya.

“Tugas kita di pemerintahan dan dunia pendidikan adalah mendorong sesuai bakat mereka, memupuk rasa percaya diri, dan memberi ruang tampil,” tambahnya.

Bupati Anom juga menyinggung rencana pengembangan kawasan Widuri sebagai ruang publik baru yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, seni, dan budaya. Ia berharap ruang-ruang terbuka tersebut dapat menjadi tempat berkumpul yang menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.

Baca Juga:  Inovasi Seskoad Mengelola Sampah Diapresiasi Bey Machmudin

Terkait pengembangan sumber daya manusia, Bupati Anom menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing. Selain bahasa Inggris, ia menyebut peluang pengembangan bahasa lain seperti Jepang dan Korea, seiring adanya kerja sama pembukaan lapangan kerja dan kesempatan beasiswa ke luar negeri.

“Yang penting bukan hanya mengikuti budaya luar, tetapi justru mengangkat budaya kita sendiri dengan bekal bahasa asing dan pemahaman lintas budaya,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan English Contest and Showcase dapat dilaksanakan secara rutin, bahkan dua kali dalam setahun, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan membangun generasi muda Pemalang yang percaya diri, berdaya saing, dan tetap berakar pada kearifan lokal.