MEDIASERUNI – Sedikit sekali literatur tentang Mahapati Gajamada, termasuk senjata pusaka miliknya. Namun dari beberapa literatur menyebut Cetbang senjata pusaka Gajamada.
Bukti keberadaan senjata pusaka Cetbang berdasarkan penemuan belasan benda pusaka Kerajaan Majapahit, salah satunya tombak besar yang diperkirakan beratnya mencapai 15 kilogram.
Mata tombak besar ini dulu biasa dipegang atau milik Mahapatih Gajah Mada bertempur dengan musuh-musuhnya, bahkan disebut pula yang telah mempersatukan kerajaan-kerajaan nusantara dibawah panji Majapahit.
Saking berat mata tombak tersebut, konon hanya Gajamada sanggup mengangkatnya, dan menggunakan senjata itu sama entengnya dengan bermain pedang.
Mata tombak itu disebut Cetbang. Mata tombak ini yang digunakan Gajamada sebagai senjata tempur yang mematikan yang sanggup membabat patah senjata – senjata musuhnya dengan sekali tebas.
Cetbang merupakan senjata canggih yang pernah dimiliki Kerajaan Majapahit. Senjata ini memiliki jenis dan ukuran yang berbeda, tergantung dengan penggunaannya. Mahapatih Gajah Mada menjadi pelopor lahirnya senjata canggih ini.
Cetbang menjadi bagian dari warisan budaya dan sejarah Majapahit, menggambarkan keberanian dan ketangguhan Mahapatih Gajah Mada dalam melawan musuh-musuh kerajaan.
Kisah-kisah tentang senjata pusaka ini telah menginspirasi banyak orang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari legenda Majapahit.
Meskipun tidak banyak informasi yang ditemukan mengenai kekuatan magis spesifik dari Cetbang, namun keberadaannya menunjukkan kemampuan teknologi militer Majapahit pada masa itu. (Ari/*)