Karawang, MEDIASERUNI.IDDanantara Indonesia resmi menggandeng perusahaan bioteknologi asal Korea Selatan, SK Plasma Co.Ltd, dan anak usahanya PT SK Plasma Core Indonesia, untuk membangun pabrik obat derivat plasma (Plasma-Derived Medicinal Products/PODP) di Karawang, Jawa Barat.

Kerja sama direalisasikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, belum lama ini, sekaligus upaya untuk memperkuat kemandirian di sektor kesehatan nasional. Ditargetkan pabrik ini akan beroperasi pada 2026.

Langkah ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor obat plasma, yang selama ini menjadi sumber utama pasokan untuk pasien dengan penyakit langka dan kondisi kritis.

Baca Juga:  Citarum Harum. Sampai 10 Bulan ke Depan Jabar Fokus Lahan Kritis dan Penegakan Hukum

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi investasi nasional di sektor kesehatan.

“Kami ingin memperkuat ketahanan nasional dengan menghadirkan terapi berstandar global dan mengurangi ketergantungan pada impor,” ujarnya.

Selain membangun pabrik, SK Plasma juga akan mentransfer teknologi dan memberikan pelatihan kepada tenaga kerja Indonesia di Korea Selatan. Program ini diharapkan bisa melahirkan SDM biofarmasi lokal yang kompeten dan siap bersaing secara global.

Baca Juga:  Misteri Mahkota Pajajaran, Makuta Binokasih Sanghyang Pake Cuma Bisa Dikenakan Pemimpin Cinta Rakyat

CEO SK Plasma Kim Seung-joo menyambut baik kerja sama ini. “Merupakan kehormatan bagi kami bisa berkolaborasi dengan Danantara untuk memperkuat kapasitas sektor kesehatan Indonesia,” katanya.

Danantara sendiri menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu dari delapan fokus investasinya, bersama bidang energi bersih, inovasi, pangan, manufaktur, dan infrastruktur nasional.

Setelah MoU ini, kedua pihak akan melanjutkan dengan kajian dan uji kelayakan investasi sebelum proyek benar-benar masuk ke tahap pembangunan. (*)