Karawang, MEDIASERUNI,ID – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (DisperindagkopUKM) Kabupaten Karawang memperkuat komitmennya mendorong UMKM lokal agar mampu berkembang dan naik kelas. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui program pendampingan pembukuan keuangan, evaluasi usaha, hingga fasilitasi perizinan legalitas usaha.
Pendamping UMKM DisperindagkopUKM Kabupaten Karawang, Enda Priatna, menjelaskan pihaknya secara aktif mendatangi para pelaku usaha dalam rangka visitasi lapangan. Program rutin ini bertujuan untuk mengedukasi para pelaku UMKM mengenai pengelolaan arus kas (cash flow) serta memberikan pendampingan langsung secara partisipatif.
”Visitasi ini adalah salah satu program yang diperintahkan Dinas Koperasi dan UMKM. Salah satu fokus utamanya belajar pembukuan arus kas keluar-masuk, serta menciptakan ruang belajar bersama antara pendamping dan pelaku usaha,” ujar Enda saat ditemui di sela-sela prapendampingan, Selasa 20 Oktober 2026.
Enda mengungkapkan, sektor usaha yang didampingi sangat beragam, mulai dari kuliner, makanan ringan, kue kering, produk kerajinan (craft), hingga jasa seperti penjahit dan pembuat buket. Kendati demikian, persoalan klasik seperti pencatatan keuangan masih menjadi tantangan utama yang kerap dijumpai di lapangan.
”Kendalanya, tidak semua UMKM memahami atau mencatat arus kas mereka. Padahal, pencatatan ini krusial agar mereka tahu apakah usahanya benar-benar menghasilkan keuntungan atau justru rugi. Jika alur arus kas dan catatannya jelas, nilai tambah bisnis mereka pasti akan meningkat,” tegasnya.
Khusus di wilayah Karawang Timur, data mencatat terdapat 104 dari total 120 UMKM yang telah terverifikasi resmi sepanjang tahun 2026. Antusiasme para pelaku usaha di wilayah ini dinilai sangat tinggi dalam memanfaatkan momentum silaturahmi dan edukasi kelompok.
Kemudahan Fasilitasi Legalitas Usaha
Selain edukasi finansial dasar, DisperindagkopUKM Karawang juga gencar mendorong kepemilikan legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Halal, hingga Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) sebagai syarat mutlak bagi UMKM untuk menembus pasar yang lebih luas.
Untuk mempermudah akses perizinan, pemerintah daerah menyediakan dua jalur layanan utama bagi para pelaku usaha, yakni Jemput Bola, dimana petugas pendamping turun langsung mendatangi sentra-sentra UMKM di tingkat kecamatan hingga desa.
Serta Klinik Mentorship 360, yakni pelaku UMKM dapat berkonsultasi secara mandiri dengan mendatangi Sekretariat Dekranasda/Klinik Mentorship 360 yang berlokasi di Grand Taruma (samping RS Mandaya Karawang).
”Di Klinik Mentorship 360, pelaku usaha bisa berkonsultasi mengenai strategi pengembangan bisnis hingga pembuatan NIB, PIRT, dan Halal. Terutama NIB, ini hukumnya wajib bagi seluruh UMKM di Karawang,” tambah Enda.
Dari Jualan Keliling Hingga Tembus Pasar Bali
Manfaat nyata dari program pendampingan ini dirasakan langsung oleh Hasanah, seorang pelaku UMKM kuliner asal Karawang yang memproduksi camilan basreng (bakso goreng) dan kacang kribo sejak tahun 2024.
Hasanah menceritakan, sebelum tersentuh program pendampingan dan legalitas, ia kerap merasa kurang percaya diri dalam memasarkan produknya. Omzet usahanya sempat merosot lantaran jangkauan penjualan terbatas pada sistem keliling mandiri tanpa kepastian pasar.
”Dulu sebelum punya sertifikasi Halal dan perizinan resmi, saya kurang percaya diri untuk jualan. Nggak tahu harus lempar produk ke mana. Tapi setelah ikut pendampingan di Mentorship 360, alhamdulillah omzet meningkat drastis,” tutur Hasanah.
Setelah mengantongi NIB, PIRT, dan sertifikat Halal, produk usaha Hasanah kini berhasil menembus berbagai pusat oleh-oleh khas Karawang, sering dilibatkan dalam pameran UMKM, hingga memiliki jaringan reseller di berbagai daerah. Bahkan, pengiriman produknya kini sudah merambah ke luar pulau, seperti Jawa dan Bali melalui jasa ekspedisi.
”Di mentorship kita tidak cuma dibantu perizinan, tapi juga diajari cara promosi, penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), kemasan yang menarik, hingga pembukuan keuangan. Buat teman-teman UMKM lain yang belum bergabung, wajib banget ikutan supaya pengetahuan bertambah dan pasarnya makin luas,” pungkasnya. (damar)
