Karawang, MEDIASERUNI.ID – Aksi unjuk rasa di depan Mapolres Karawang, Jumat 29 Agustus 2025, berakhir ricuh. Massa yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga driver ojek online memaksa masuk hingga pagar Mapolres jebol. Polisi merespons dengan tembakan gas air mata.

Kericuhan pecah sekitar pukul 15.00 Wib, setelah massa datang sejak pukul 14.30 Wib. Mereka memprotes tewasnya Affan Kurniawan, driver ojol yang meninggal tertabrak kendaraan taktis Brimob saat aksi di Jakarta, Kamis 28 Agustus 2025.

Baca Juga:  Kerja Bakti di RT 17 RW 05 Cianting Sambut Ramadan dengan Semangat

Selain itu, demonstran juga menuntut kejelasan soal 49 pelajar yang sebelumnya diamankan aparat.

Situasi makin panas ketika massa melempar batu, bambu, hingga petasan ke arah polisi. Aparat membalas dengan tembakan gas air mata dan mengamankan sejumlah orang. Hingga pukul 16.19 Wib, kondisi masih tegang.

Meski sempat terjadi audiensi, massa menegaskan tidak akan bubar sebelum rekan mereka dilepaskan. “Kami tidak akan bubar sebelum teman kami dibebaskan,” teriak salah satu orator.

Baca Juga:  Rakernas MIO Indonesia Siap Dihelat 5-6 Juni 2024 di Jakarta

Ketegangan kembali pecah menjelang pukul 17.30 Wib. Lemparan batu dan petasan kembali diarahkan ke polisi, meski orator sempat mengingatkan massa untuk tidak terprovokasi karena ada perwakilan yang sedang berdialog di dalam Mapolres.

Akhirnya, massa membubarkan diri setelah pihak kepolisian melepaskan para demonstran yang sempat ditahan. Aksi ini disebut sebagai bentuk solidaritas untuk Affan Kurniawan. (*)