Karawang, MEDIASERUNI.ID – Kepala SDN Jomin Barat 3, Lilis Garnita. S.Pd, mengapresiasi Dinas Pendidikan melalui Kabid Sarana dan Prasarana (Sapras) yang dinilai sigap turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengukuran, pasca ambruknya atap sekolah tersebut.
“Terima kasih kepada Kadisdik melalui Kabid Sapras yang sudah gerak cepat datang, mengidentifikasi penyebab kejadian, serta langsung dibuatkan berita acara dan proposal lengkap dengan kronologinya,” ujar Lilis, Kamis 26 Februari 2026.
Ia menjelaskan, selain satu bangunan yang atapnya ambruk, terdapat dua bangunan lama lainnya yang sudah berusia sekitar 10 tahun dan kondisinya banyak mengalami kebocoran. Proposal perbaikan pun telah diajukan dan kini menunggu realisasi dari Dinas Pendidikan.
Lilis berharap Dinas Pendidikan Karawang melalui bidang Sapras segera memberikan solusi, mengingat kejadian ini tergolong bencana dan berdampak langsung pada kegiatan belajar siswa.
“Sementara ini anak-anak memanfaatkan ruang perpustakaan untuk kegiatan belajar mengajar. Mudah-mudahan ada skala prioritas untuk lima ruangan di SDN Jomin Barat 3 agar segera diperbaiki,” ucap Lilis.
Mediaseruni telah mencoba mengonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang melalui pesan WhatsApp, namun diarahkan agar konfirmasi langsung Kabid Sapras, dan turut memberikan nomor kontak yang bisa dihubungi.
Sayangnya, hingga berita diposting Kabid Sapras Disdikpora Karawang, Dede Pram, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan wartawan.
Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarakat Karawang, Irwanto SH, MH, menyayangkan sikap pejabat yang belum memberikan respons. Menurutnya, pejabat publik merupakan mitra strategis pers dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
“Konfirmasi adalah bagian penting dari kerja jurnalistik sebagai pilar keempat demokrasi. Pejabat publik seharusnya memahami bahwa ini demi kepentingan publik, khususnya dunia pendidikan,” tegasnya.
Ia juga berharap proposal perbaikan atap sekolah tidak berlarut-larut tanpa kejelasan. Irwanto menyinggung kasus serupa yang pernah terjadi di salah satu sekolah dasar di Karawang, di mana perbaikan atap yang ambruk tak kunjung terealisasi selama bertahun-tahun. (Asep)
