Karawang, MEDIASERUNI.ID – Ramainya pengunjung wisata Kebun Kembang pada akhir pekan seharusnya membawa berkah bagi para pedagang kecil. Namun di balik hiruk-pikuk wisata pepohonan yang menarik perhatian wisatawan, terselip jeritan sejumlah pedagang yang mengaku dibebani pungutan retribusi.
Beberapa pedagang menyebutkan, mereka dimintai uang retribusi berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per hari. Pungutan tersebut, menurut pengakuan pedagang, tidak disertai dengan kejelasan dasar aturan maupun bukti pembayaran resmi.
“Kalau hari Minggu seperti ini kami dimintai 15 sampai 20 ribu . Tapi uang segitu cukup berat bagi pedagang kecil seperti kami,” ujar salah seorang pedagang wisata Kebun Kembang yang enggan disebutkan namanya, Minggu 14 Desember 2025 kepada mediaseruni.
Ia mengaku, pungutan yang diminta dari pedagang dengan dalih uang kebersihan dan sebagian diserahkan ke Mantri Kehutanan.
Hal senada diungkapkan pedagang lainnya. Menurutnya dengan pungutan sebesar itu dianggap terlalu besar melebihi retribusi di pasar. “Dipasar wae dua ribu (Di pasar cuma dua ribu),” ucapnya.
Ia berharap jangan hanya meminta uangnya saja, tapi berikan juga kontribusi kepada pedagang. “Kami ingin ditata lebih rapi lagi agar bisa nyaman,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Desa Cikampek Timur, Kriswanto, A.Md, saat dikonfirmasi cuma menjawab pihak desa tidak terlibat dalam persoalan wisata Kebun Kembang.
“Kita tidak pernah terlibat, coba tanya saja ke anak-anaknya yang mungutin, itu kerjasama sama kehutanan,” tegas Kriswanto.
Sementa Titin Rosita, salah seorang pengunjung asal Sasak Seng Karawang, mengaku hampir tiap Minggu, beserta keluarga meluangkan waktunya untuk datang ke kebun kembang.
Ia menyampaikan kedatangannya ketempat tersebut untuk mengisi ruangan saja agar tidak jenuh akibat keseharian dirumah.
“Disini tuh tempatnya sejuk, ada mainan, jajanan dan harganya juga terjangkau di kantong masyarakat,” ujarnya.
Para pedagang berharap adanya kejelasan dari pihak pengelola maupun instansi terkait mengenai aturan retribusi tersebut.
Mereka meminta agar pungutan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan, sehingga tidak memberatkan pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidup dari sektor wisata.
Masyarakat pun berharap ramainya wisata Kebun Kembang benar-benar membawa manfaat bagi semua pihak, tanpa meninggalkan rasa ketidakadilan di balik keindahannya. (Sarmin)
