Purwakarta, MEDIASERUNI – Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Purwakarta terus berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM.
Sejumlah inisiatif telah diluncurkan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing para pelaku usaha, khususnya di masa pasca-pandemi. Diantaranya DKUPP Pemkab Purwakarta meluncurkan dana stimulan bagi Industri Kecil Menangah (IKM) dan UMKM sebesar Rp 1,5 juta per penerima.
Langkah ini bertujuan untuk membantu mereka bertahan dalam kondisi krisis ekonomi. Pada tahun ini, DKUPP mengembangkan bantuan dengan memberikan hibah berupa alat produksi kepada sekitar 500 pelaku UMKM.
“Kami membantu sesuai permintaan mereka guna meningkatkan kapasitas usaha mereka sehingga menghindari alat tidak bermanfaat,” jelas Eka Kepala DKUPP Purwakarta, Eka Sugriya, ditemui di ruang rapat Sekda Pemkab Purwakarta, belum lama ini.
Penerima bantuan telah diverifikasi untuk memastikan program ini tepat sasaran. Dari total 26.000 UMKM yang terdaftar, kata Eka, sebanyak 16.502 usaha telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sementara 7.369 usaha telah mendapatkan sertifikat halal dan PIRT (Produk Industri Rumah Tangga).
“Kelengkapan lain juga sudah dan sedang mereka tempuh. Namun intinya terlebih dulu kurasi produknya agar layak jual, layak tampil dan layak edar,” ujar Eka.
Selain bantuan alat, DKUPP pun memberikan sertifikat halal kepada 100 pelaku usaha. Serta melakukan program UMKM naik kelas melalui promosi bersama taman Pesanggrahan Pajajaran.
“Upaya ini untuk pemberdayaan UMKM, meningkatkan pendapatan usahanya, meningkatkan solidaritas antar pelaku UMKM. Kemudian juga Pemkab Purwakarta konsen membantu para pelaku usaha dengan pelatihan seperti pengolahan ikan, gerabah, kopi, teh, gula aren, kue, olahan pangan dan lainnya,” beber Eka.
Pemkab Purwakarta pun memberikan alat membuat kemasan hasil kerjasama dengan universitas seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Ini dilakukan agar mereka lebih termotivasi dan dari sisi kemasan lebih terupdate. Selain itu juga menteri perdagangan pun mendukung kita dengan bantuan tepung tapioka bagi pelaku usaha simping. Lalu kita juga difasilitasi digital marketing, market place, perbankan nya juga, bisnis matching dan toko ritel, kita fasilitas para pelaku usaha ini,” ucapnya.
Masih kata Eka, Pemkab Purwakarta membuka peluang dengan sangat mudah bagi masyarakat yang ingin menjadi pelaku UMKM, dengan cara berkomunikasi ke DKUPP.
Namun untuk fasilitas yang diberikan tergantung kemampuan anggaran Pemkab Purwakarta. Hanya saja pihaknya siap mendampingi dan memediasi pelaku usaha untuk mendapat bantuan ataupun fasilitas dari sponsor secara langsung.
“Tahun sebelumnya mereka sudah terbina, kita juga kerjasama dengan industri besar, carikan sponsor, kerjasama dengan universitas. Jadi kita mengkoordinir dan memfasilitasi,” ungkapnya.
Jenis UMKM Kabupaten Purwakarta sendiri mulai dari olahan makanan dan minuman, pengrajin gerabah, kayu, anyaman, aksesoris, hingga perajin batik.
“Paling banyak makanan dan minuman ada 4.141 UMKM. Kita sudah ada dua galeri, galeri menong 1 dan 2, Kampung Maranggi, Wanayasa Kuliner Fair. Pemkab menampung di galeri ini dan bantu pemasaran produk, galeri ini jadi central oleh-oleh khas Purwakarta. Namun produknya harus penuhi persyaratan ya,” tutupnya. (Ari/*)