MEDIASERUNI – Sistem pemilihan umum di Korea Utara (Korut) sangat berbeda. Meski pemilu rutin diadakan, hanya ada satu kandidat yang boleh dipilih, yaitu calon dari Partai Pekerja Korea. Masyarakat diminta untuk menunjukkan dukungan, dengan hasil yang hampir selalu mencapai 100 persen.

Sistem Pemilu di Korut ini, satu dari sekian fakta unik di negara itu. Memang, Korea Utara dikenal dengan pemerintahan tertutup dan aturan yang ketat menyimpan banyak misteri bagi dunia luar.

Negara ini memiliki berbagai kebijakan unik yang membentuk kehidupan sehari-hari warganya, yang bagi banyak orang di luar negeri terdengar nyeleneh. Fakta menarik adalah penggunaan kalender Juche yang berbeda dari sistem kalender internasional.

Tahun di Korea Utara dihitung dari kelahiran pendiri negara, Kim Il-sung. Misalnya, jika dunia internasional menghitung tahun 2024, di Korea Utara itu adalah tahun 113 Juche.

Dari segi penampilan, warga Korea Utara pun menghadapi aturan ketat, termasuk soal gaya rambut. Pemerintah menetapkan hanya 28 gaya rambut yang diizinkan, dengan 10 pilihan untuk pria dan 18 untuk wanita. Gaya rambut ekstrem dan panjang tidak diperbolehkan, mencerminkan kontrol terhadap penampilan pribadi.

Baca Juga:  Tajamkan Kemampuanmu: Pelajaran dari Pemuda Pengasah Kapak

Setiap tahun, warga juga wajib memperingati hari kematian dua pemimpin terdahulu, Kim Il-sung dan Kim Jong-il. Pada tanggal 8 Juli dan 17 Desember, warga diharuskan mengikuti upacara penghormatan dan berkabung. Segala bentuk perayaan atau hiburan dilarang keras pada hari-hari tersebut.

Akses ke informasi sangat dibatasi. Internet global hanya bisa diakses oleh segelintir pejabat tinggi, sementara sebagian besar warga hanya memiliki akses ke jaringan lokal yang disebut “Kwangmyong”, yang berisi konten yang diawasi ketat oleh pemerintah. Media massa juga sepenuhnya dikendalikan negara, memastikan propaganda mendominasi.

Salah satu aturan ekstrem lainnya adalah hukuman kolektif, di mana jika seseorang melanggar hukum, bukan hanya pelaku yang dihukum, tetapi juga keluarganya hingga tiga generasi. Ini mencakup anak, cucu, dan cicit, meskipun mereka tidak terlibat langsung.

Baca Juga:  Kamu Sering Dicurangi Teman, Lawan dengan Ini

Di berbagai sudut kota, berdiri patung-patung besar Kim Il-sung dan Kim Jong-il yang harus dihormati oleh warga maupun turis. Penghinaan terhadap patung-patung ini bisa berujung pada hukuman berat.

Selain itu, kepemilikan mobil di Korea Utara adalah kemewahan yang hanya dinikmati segelintir pejabat tinggi. Sebagian besar warga mengandalkan transportasi umum atau sepeda untuk beraktivitas sehari-hari.

Bagi wisatawan, kunjungan ke Korea Utara sangat terbatas dan diawasi ketat. Turis hanya bisa mengunjungi tempat-tempat yang telah ditentukan oleh pemerintah, dan selalu didampingi oleh pemandu resmi. Berbicara dengan warga lokal tanpa izin atau memotret area terlarang bisa menimbulkan masalah serius.

Fakta-fakta ini menggambarkan betapa uniknya kehidupan di Korea Utara, di mana setiap aspek kehidupan diatur dan dikendalikan oleh negara. Meski terdengar aneh bagi dunia luar, aturan-aturan ini adalah bagian dari sistem yang sudah berjalan lama di negara tersebut. (*)