Bandung, MEDIASERUNI – Temuan gejala DBD di Bandung beberapa waktu lalu sempat membingungkan. Gejala tersebut disebut berbeda dengan gejala DBD pada umumnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Anhar Hadian, gejala yang muncul tidak sesuai dengan pola umum. Anhar menyebut mayoritas kasus DBD di Kota Bandung belakangan ini tidak menunjukkan tanda-tanda yang biasa dikenali.

Menurutnya, gejalanya adalah demam tidak kunjung turun dan tidak ada gejala bintik merah yang menjadi ciri khas demam berdarah dengue (DBD) yang patut diwaspadai.

“Gejala yang terjadi saat ini sering dianggap seperti gejala flu biasa, sehingga masyarakat tidak segera datang ke faskes dengan cepat,” sebut Anhar, sebagaimana diberitakan media massa.

Menurutnya, pada gejala DBD, demam dalam 2-3 hari yang konstan tingginya, lalu turun sedikit, dan kemudian naik lagi. Kalau flu, diberikan paracetamol dan istirahat yang cukup maka bisa dengan mudah kembali pulih. Sedangkan kalau DBD setelah 2-3 hari tidak juga membaik.

Baca Juga:  UPP Saber Pungli Indramayu Gelar Perkara Pengaduan Dugaan Pungli di Sekolah

Gejala DBD pada Umumnya
Demam mendadak
Sakit kepala
Nyeri di belakang bola mata
Mual
Muntah
Pendarahan seperti mimisan atau gusi berdarah
Kulit ruam kemerahan
Nyeri otot dan tulang sendi
Bintik kemerahan di kulit

Terkait temuan gejala tersebut, mengutip Popmama, Rabu 17 April 2024, Dokter Berty Denny Hermawati dari rs.uns.ac.id berpendapat, tidak ada perbedaan signifikan antara gejala DBD dulu dan sekarang.

“Sepengetahuan saya berdasarkan sumber sumber ilmiah dan jurnal terkait, tidak menyebutkan adanya gejala dbd yang berbeda dibanding sebelumnya,” kata dokter Berty, Kompas, Jumat 27 Maret 2024. “Gejala umum seperti demam tinggi, nyeri otot, dan mimisan tetap menjadi tanda khas.”

Baca Juga:  DPRD KBB Dukung Program Penanganan Sampah, M. Mahdi: Program Bagus Saya Dukung

Namun, perdebatan ini memunculkan keraguan di kalangan masyarakat. Apakah ada perubahan sebenarnya ataukah ini hanya persepsi yang keliru.

Seiring dengan penelitian lebih lanjut, pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab untuk memastikan pendekatan yang tepat dalam penanganan DBD.

Tentu saja, dalam situasi seperti ini, kesadaran masyarakat akan gejala yang tidak biasa menjadi krusial. Segera konsultasikan dengan tenaga medis jika mengalami demam yang persisten, terutama jika tidak disertai dengan gejala khas DBD seperti bintik merah atau mimisan.

Deteksi dini adalah kunci dalam mengatasi DBD dengan efektif. Meskipun ada temuan berbeda tentang gejala DBD berlanjut, satu hal yang pasti kesadaran dan tindakan cepat adalah senjata terbaik dalam melawan penyakit ini. (Mds/*)