Bandung, MEDIASERUNI.ID – Dinas Perhubungan Jawa Barat memaparkan prediksi puncak arus mudik lebaran 2026, pada H-3 Lebaran. Pada periode tersebut, sekitar 8,9 juta warga Jawa Barat diprediksi mulai melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.
“Sebagian besar pemudik diperkirakan memilih berangkat setelah sahur hingga menjelang siang. Waktu keberangkatan paling padat diprediksi terjadi pukul 04.00 hingga 10.00 Wib,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, Senin 9 Maret 2026.
Dhani menyebut mayoritas pemudik memilih berangkat setelah sahur. Pada rentang waktu tersebut jumlah pemudik diperkirakan mencapai sekitar 21,68 juta perjalanan. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak memilih waktu keberangkatan agar tidak terjebak kemacetan panjang di jalur mudik utama.
Berdasarkan analisis Dishub Jabar, arus kendaraan relatif lebih lengang pada pukul 00.00–04.00 serta 11.00–23.00.
Puncak Arus Balik Diprediksi Dua Gelombang
Selain arus mudik, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua gelombang.
Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada H+2 Idulfitri atau Selasa, 24 Maret 2026, dengan jumlah pemudik kembali ke kota sekitar 4,12 juta orang.
Sementara gelombang kedua diperkirakan terjadi pada H+6 Idulfitri atau Sabtu, 28 Maret 2026, dengan jumlah pemudik sekitar 3,9 juta orang. Dhani menjelaskan, waktu kepulangan pemudik juga diperkirakan padat pada pukul 05.00 hingga 10.00 Wib, yaitu setelah salat subuh hingga menjelang siang.
“Total pemudik yang kembali pada rentang waktu tersebut diprediksi mencapai 19,34 juta perjalanan,” jelasnya. Adapun waktu arus balik yang relatif lebih sepi diperkirakan terjadi pukul 23.00 hingga 00.00 Wib.
Jalur Tol Trans Jawa Diprediksi Paling Padat
Dalam musim mudik Lebaran 2026, jalur Tol Trans Jawa diperkirakan menjadi rute paling padat dilalui pemudik dari Jawa Barat.
Dishub Jabar memperkirakan sekitar 14,18 juta pemudik akan melintas melalui jalur Tol Jakarta–Cikampek, Cipali, hingga Palikanci.
Selain itu, jalur arteri selatan juga diprediksi ramai, khususnya rute Bandung – Cileunyi – Nagreg – Limbangan – Malangbong – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar, dengan jumlah pemudik diperkirakan mencapai 2,9 juta orang. Sementara, jalur Tol Cikampek – Cipularang – Padaleunyi juga diprediksi dilalui sekitar 1,96 juta pemudik.
Mayoritas Pemudik Gunakan Mobil Pribadi
Dari total perjalanan mudik yang diperkirakan terjadi, mayoritas masyarakat diprediksi menggunakan kendaraan pribadi, terutama mobil. Dishub Jabar mencatat sekitar 16,75 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan menggunakan mobil selama periode mudik Lebaran tahun ini.
Secara keseluruhan, 25,6 juta warga Jawa Barat diperkirakan melakukan perjalanan selama periode Idulfitri 2026.
Sebagian besar perjalanan tersebut merupakan aktivitas mudik.
Rinciannya 24,86 juta orang (96,73%) melakukan perjalanan mudik, 0,5 juta orang (1,9%) melakukan perjalanan wisata
0,29 juta orang (1,18%) melakukan silaturahmi tanpa pulang kampung, 0,01 juta orang (0,023%) melakukan perjalanan untuk bekerja, 0,05 juta orang (0,18%) untuk kegiatan lainnya.
Garut Jadi Tujuan Mudik Terbanyak
Dari berbagai daerah tujuan mudik di Jawa Barat, Kabupaten Garut diperkirakan menjadi tujuan paling favorit. Jumlah pengunjung yang menuju daerah tersebut diprediksi mencapai 2,94 juta orang selama periode Lebaran.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik dengan baik, memastikan kondisi kendaraan prima, serta mematuhi aturan lalu lintas demi menjaga keselamatan selama perjalanan. (*)
