Bandung, MEDIASERUNI – Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin memulai hari pertama penerapan Friday Car Free di Gedung Sate Bandung dengan naik bus jemputan bersama para pegawai Pemdaprov Jabar.

Bey berangkat dari tempat pemberhentian atau pool selatan kantor Bapenda Jabar di Jalan Soekarno Hatta, mejelaskan inisiatif ini untuk memahami pengalaman naik angkutan umum sebelum penerapan Bus Rapid Transit atau BRT di Bandung Raya.

“Ya, jadi ini hari pertama di Gedung Sate bebas kendaraan mobil dan motor, saya nyoba juga dari Bapenda, dari Samsat ke sini sekitar 45 menit (naik bus),” ujar Bey Machmudin.

Perjalanan dimulai dari Bapenda Jabar dengan bus mengambil pegawai di Kiaraartha Park, Kiaracondong, kemudian melalui Jalan Jakarta dan Jalan Supratman menuju Gedung Sate dalam waktu sekitar 30-45 menit.

Baca Juga:  Bey Machmudin Pastikan Pergantian Kadisdik Jabar Tidak Pengaruhi Proses PPDB Jabar 2024

Bey menekankan perlunya pemahaman langsung tentang penggunaan transportasi publik untuk memastikan efektivitas program BRT di masa mendatang.

Dia juga menggarisbawahi pentingnya kenyamanan, keamanan, dan ketepatan waktu dalam menggunakan transportasi publik untuk mendorong perubahan perilaku dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Selain itu, Bey menyebut kemungkinan perluasan program Friday Car Free ke dinas lain dan menyoroti harapan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan polusi udara di sekitar Gedung Sate.

“Setiap Jumat (di Gedung Sate) kita bebas kendaraan. Tadi ada juga keluhan dan hal -hal yang harus diperbaiki, seperti ada yang dari Kopo tidak ada pool atau titik penjemputan terdekat. Maka inilah supaya dapat gambaran kalau mengharapkan masyarakat dari mobil atau motor pindah ke bus,” katanya.

Baca Juga:  Pangdam III/Siliwangi Serahkan 25 Unit Mobil Jenazah Untuk Kodim Jajaran

Meski demikian, Bey juga memahami bahwa beberapa pegawai masih menggunakan kendaraan pribadi dan akan menyusun skema untuk memastikan penggunaan transportasi publik yang lebih luas.

Salah satu pegawai, Yulistia, menyatakan kepuasannya dengan efisiensi angkutan massal yang diberikan. Dia menganggap program Friday Car Free sebagai langkah positif dan berharap bisa dilanjutkan setiap Jumat. Yulistia juga merasa aman meninggalkan kendaraannya di fasilitas parkir yang tersedia.

Dengan demikian, inisiatif Friday Car Free tidak hanya berpotensi memperbaiki pola transportasi masyarakat, tetapi juga memengaruhi kesadaran dan perilaku individu dalam menggunakan transportasi umum untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (Mds)