Sukabumi, MEDIASERUNI.ID – Heboh! Bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan dalam kondisi hidup dibungkus plastik kresek warna hitam di sebuah kebun kosong, di Kampung Cipanggulaan RT 04/01 Desa Kompa Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Bayi tersebut pertama kali ditemukan Apen, di kebun belakang rumah warna bernama Enjanh, Senin 2 Maret 2026, siang, keruan bikin geger warga setempat.

Ketua RT 04 Kampung Cipanggulaan, Dadang Kamaludin, dikonfirmasi Selasa 3 Maret 2026, membenarkan temuan bayi mungil dibalut kresek warna hitam.

“Bayinya dalam kresek warna hitam, ditemukan hidup,” kata Dadang, dan menuturkan kronologis temuan ketika Apen
berangkat dari rumahnya yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi untuk mematikan lampu saung.

“Apen berangkat melalui jalan umum, waktu di jalan tanjakan dia lihat ada plastik kresek warna hitam. Kemudian bersama Enjang dia memeriksa kresek hitam berukuran besar itu,
ternyata di dalamnya ada bayi,” kata Dadang.

Baca Juga:  Dukungan Relawan SAR Perkuat Langkah Aep-Maslani Menuju Kemenangan Pilkada Karawang 2024

Masih kata Dadang, keduanya langsung lapor ke Dadang sebagai RT. “Saya menerima telepon sekitar pukul 08.00 Wib, dan langsung menuju lokasi kejadian,” ucap Dadang.

Dadang mengaku sempat merekam kondisi di tempat kejadian perkara (TKP). “Di dalam kantong kresek hitam itu seorang bayi laki-laki, masih ada tali pusar dan ari-arinya menempel,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dadang, Segera melaporkan peristiwa tersebut kepada Kepala Desa Kompa serta menghubungi Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Ia juga memanggil kader kesehatan untuk memastikan kondisi bayi.

“Saya panggil kader dulu untuk memastikan masih bernyawa atau tidak bayinya lalu ke bidan desa. Karena bidan desa sedang ada di Bunut, akhirnya bayi dibawa ke puskesmas,” jelasnya.

Terkait adanya dugaan pelaku, Dadang menyampaikan sampai saat ini belum ada kepastian. Berdasarkan data kader kesehatan, terdapat tujuh warga di wilayahnya yang sedang hamil.

Baca Juga:  RAKERDA I LAKI-KBB Menuju Pilkada Bersih: Bandung Barat Bebas Korupsi dan Penutupan TPK Sarimukti

“Kalau dari data ada tujuh orang yang hamil dan itu ada suami istrinya masih ada. Cuma kalau posisi yang ini sementara saya belum cek, mungkin nanti dicek dan didata ulang lagi,” katanya.

Dadang menyampaikan peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan sudah dilakukan pengecekan di lokasi. “Sudah dilapor sama Bu Kades dan sudah cek TKP,” katanya.

Dadang juga mengimbau warga, termasuk mereka yang tinggal sementara atau indekos di wilayah RT 04, agar melapor dan menyerahkan identitas kepada pengurus RT.

“Seandainya ada warga yang ngekos, saya selalu meminta identitas. Jadi ada datanya di RT 04. Setelah kejadian ini, mohon untuk warganya melapor ke RT,” pungkasnya. (Andi)