Jakarta, MEDIASERUNI – Memasuki hari ke-56 operasional ibadah haji, tercatat sebanyak 37 jemaah haji asal Bekasi wafat, dari total 394 jemaah haji Indonesia yang meninggal di tanah suci.
Data tersebut diperoleh dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, mencatat, sampai Minggu 7 Juli 2024, ada 394 jemaah wafat, terdiri atas 376 jemaah haji reguler dan 18 jemaah haji khusus.
Sebanyak 376 jemaah haji wafat berasal dari 14 embarkasi pemberangkatan.
Banjarmasin (BDJ): 8 jemaah
Balikpapan (BPN): 14 jemaah
Batam (BTH): 24 jemaah
Aceh (BTJ): 11 jemaah
Jakarta – Pondok Gede (JKG): 43 jemaah
Jakarta – Bekasi (JKS): 37 jemaah
Kertajati (KJT): 20 jemaah
Kualanamu (KNO): 19 jemaah
Lombok (LOP): 6 jemaah
Padang (PDG): 11 jemaah
Palembang (PLM): 22 jemaah
Solo (SOC): 64 jemaah
Surabaya (SUB): 68 jemaah
Makassar (UPG): 29 jemaah.
Sedangkan 18 jemaah haji wafat lainnya merupakan jemaah haji khusus, yang berangkat melalui sejumlah Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
Seperti diketahui, proses pemberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci berlangsung sejak 12 Mei – 11 Juni 2024. Total ada 213.275 jemaah haji reguler yang diberangkatkan ke Arab Saudi.
Sebanyak 229 kloter (kelompok terbang) berangkat pada gelombang pertama dan mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, 324 berangkat pada gelombang II dan mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
Setelah menjalani puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada 14 – 19 Juni 2024, jemaah haji Indonesia secara bertahap dipulangkan ke Tanah Air.
Pemulangan jemaah haji Indonesia yang berangkat pada gelombang I berlangsung dari 22 Juni – 4 Juli 2024. Sebanyak 183 kloter pulang dari Jeddah, sedang 46 kloter pulang dari Madinah (Garuda tidak mendapatkan slottime di Jeddah).
Saat ini masih berlangsung proses pemulangan jemaah haji yang berangkat pada gelombang II, 4 – 22 Juli 2024. Dari 394 jemaah yang wafat per hari ini, sebagian besar meninggal di Makkah (313). Lainnya, wafat di Madinah (37), Mina (32), Arafah (6), dan Jeddah (6).
Mayoritas jemaah yang wafat berada pada rentanag usia 71 tahun ke atas. Jumlahnya mencapai 173 jemaah. Pada urutan berikutnya, rentang usia 61 – 70 (133 jemaah), rentang usia 51 – 60 (70 jemaah), dan rentang sampai usia 50 (18 jemaah). (Mds/*)