Karawang, MEDIASERUNI – Kondisi SDN Pacing 2 sangat memprihatinkan. Tujuh ruang kelas di sekolah tersebut sudah tidak layak digunakan, tiga diantaranya nyaris ambruk. Mirisnya, meski pihak sekolah telah mengajukan perbaikan ke Dinas Pendidikan, hingga kini belum ada tindak lanjut.
Sekretaris Desa Pacing, Pupung Fudholi menjelaskan, kerusakan terparah sekolah di Desa Pacing Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terjadi terutama di tiga ruang kelas.
“Terparah terjadi pada tiga ruang kelas. Atap plafon sudah runtuh, sementara lantai kelas retak dan amblas. Hampir seluruh kusen pintu dan jendela juga rusak parah akibat pelapukan,” ucap Pupung, kepada wartawan, Senin 9 September 2024.
Akibat kondisi tersebut, Pupung melanjutkan, kelas 4 dan 5 terpaksa belajar bergantian di luar ruangan kelas. “Dari total 191 siswa, kelas 4 dan 5 terpaksa belajar bergantian di luar ruangan karena kondisi kelas yang sudah sangat rapuh dan berbahaya. Sekolah ini membutuhkan renovasi total,” ungkap Pupung.
Senada Pupung, Kepala Desa Pacing Wawan, juga menyampaikan rasa keprihatainannya dengan kondisi tersebut. Wawan berharap agar Pemkab segera memprioritaskan kondisi sekolah dasar yang ada di wilayahnya.
“Siswa-siswi sudah hampir setahun belajar di halaman sekolah. Kami berharap Pemkab Karawang segera memprioritaskan perbaikan SDN Pacing 2, agar proses belajar mengajar berjalan dengan layak,” ujarnya.
Wawan juga berencana untuk langsung mendatangi Dinas Pendidikan guna mempercepat realisasi perbaikan sekolah. “Kami memohon agar pembangunan infrastruktur pendidikan segera diprioritaskan demi masa depan anak-anak,” tutupnya.
Berdasarkan video yang didapat Mediaseruni, tampak kerusakan pada tiga ruang kelas cukup parah. Hampir 80 persen kursi dan meja dalam kondisi rusak dan bertumpuk bersama perlengkapan kelas lainnya, termasuk tumpukan bambu.
Selain itu, plafon ruang kelas juga banyak yang bolong ditambah kayu-kayu atap plafon yang juga sudah rapuh dan rawan ambruk. Sejumlah genteng pun tampak bolong sehingga ketika hujan dipastikan air tercurah ke bawah. (Ari/*)