MEDIASERUNI.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Iran resmi meluncurkan Operasi Janji Setia 4 sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang sebelumnya menghujani sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Teheran, dengan rudal.

Dilansir dari Iraqi News Agency, pengumuman Operasi Janji Setia 4 disampaikan melalui siaran televisi nasional Iran. Dalam pernyataan resminya, Teheran menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan balasan atas serangan yang disebut sebagai aksi agresi Zionis terhadap beberapa kota di Iran.

Di tengah situasi yang memanas, Kementerian Dalam Negeri Iran mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Warga diminta membatasi aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah.

Langkah ini diambil menyusul serangan sebelumnya yang dilaporkan menyasar sejumlah titik strategis di Teheran. Beberapa ledakan besar terdengar di ibu kota. Serangan tersebut diklaim menargetkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Baca Juga:  Wabup Maslani Apresiasi Bocah Lima Tahun Kalahkan Alet Catur Dewasa

Serangan Drone Skala Besar

Menanggapi serangan tersebut, militer Iran mengeluarkan pernyataan resmi pada Sabtu, 28 Februari 2026. Melalui Operasi Janji Setia 4, Iran menyatakan telah dan akan terus melancarkan serangan drone secara besar-besaran terhadap kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Staf Umum Angkatan Darat Republik Islam Iran menyebut operasi ini sebagai fase awal dari rangkaian aksi militer yang lebih luas.

“Angkatan Darat Republik Islam Iran, dengan memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, telah melaksanakan operasi drone ofensif ekstensif pertama terhadap target yang telah ditentukan di wilayah pendudukan dan seluruh kepentingan rezim Israel,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.

Baca Juga:  DPRD Jabar Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintah Daerah

Militer Iran juga menegaskan bahwa Operasi Janji Setia 4 tidak berhenti pada satu gelombang serangan. Operasi ini disebut akan terus berlanjut hingga apa yang mereka sebut sebagai “hukuman penuh” dijatuhkan kepada pihak yang dianggap sebagai agresor.

Aksi saling serang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel ini menambah panjang daftar eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Dunia internasional kini menyoroti perkembangan terbaru ini, mengingat potensi meluasnya konflik yang dapat berdampak pada stabilitas regional dan global. (*)