MEDIASERUNI.ID – Momentum paling penting dalam sejarah Islam adalah peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, sekaligus menjadi bukti kebesaran Allah SWT.

Bukti ini menjadi penguat keimanan umat Muslim terhadap kerasulan Nabi Muhammad SAW. Isra Miraj terjadi pada periode sulit dalam kehidupan Rasulullah, setelah wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib.

Dalam kondisi penuh ujian itu, Allah SWT memberikan penghiburan dan kekuatan melalui perjalanan luar biasa yang tidak dialami manusia biasa.

Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina dalam satu malam. Perjalanan ini ditempuh dengan menaiki Buraq, makhluk istimewa ciptaan Allah SWT, sebagai tanda kekuasaan-Nya yang tak terbatas.

Baca Juga:  Forda Jateng 2025, YAI Sukses Gelar Lomba Senam Asma Indonesia: Semangat Sehat Menggema di Surakarta

Sementara Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha di langit ketujuh. Dalam perjalanan ini, Rasulullah bertemu para nabi terdahulu dan menyaksikan berbagai tanda kebesaran Allah SWT.

Puncak peristiwa Isra Miraj adalah diterimanya perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT. Salat menjadi ibadah utama dan tiang agama yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam setiap hari.

Baca Juga:  Serap Aspirasi Warga Anggota DPRD Karawang Ajang Supandi Reses di Karawang Wetan

Peristiwa Isra Miraj juga mengajarkan makna kesabaran, keimanan, dan keyakinan penuh kepada Allah SWT. Meski sulit diterima akal manusia, peristiwa ini menegaskan bahwa kekuasaan Allah melampaui batas logika manusia.

Hingga kini, Isra Miraj Nabi Muhammad SAW diperingati umat Islam sebagai momentum refleksi spiritual. Peringatan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga salat, memperkuat iman, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. (*)