MEDIASERUNI.ID – Kehidupan misteri tak cuma terjadi pada manusia, di dunia hewan pun banyak misterinya. Seperti kambing di negara Maroko. Hewan ini justru lebih banyak menghabiskan waktunya diatas pohon argan, tanaman khas yang hanya tumbuh di daerah semi-gurun itu, demi menyantap buahnya yang manis dan berminyak.
Fenomena ini sekilas terdengar seperti kisah dongeng atau ilusi optik. Namun, bagi penduduk lokal, pemandangan kambing-kambing bergelantungan di atas pohon setinggi 8 hingga 10 meter bukanlah hal yang aneh.
Mereka sudah terbiasa melihat kambing berdiri seimbang di atas cabang-cabang pohon yang tampak rapuh, seolah menantang hukum gravitasi.
Keanehan ini tentu mengundang perhatian para ilmuwan. Bagaimana mungkin hewan berkaki empat yang dikenal lebih suka tanah datar bisa begitu gesit di atas ketinggian.
Sejumlah studi mengungkap bahwa kambing Maroko ini telah beradaptasi secara luar biasa. Cakar mereka lebih cekatan, tubuh mereka lebih ringan, dan keseimbangan mereka di atas rata-rata.
Tapi meski sudah diamati dari dekat, para ahli belum sepenuhnya memahami mekanisme koordinasi tubuh dan keberanian instingtif kambing-kambing ini saat melangkah di antara dahan tipis.
Yang lebih menarik, kambing ini bukan hanya memanjat untuk makan, mereka juga menjadi bagian penting dalam siklus regenerasi pohon argan. Setelah memakan buahnya, kambing akan memuntahkan atau mengeluarkan biji argan yang keras, membantu menyebarkannya secara alami.
Para petani bahkan memanfaatkan kotoran kambing untuk mengumpulkan biji-biji ini dan mengekstrak minyak argan, yang dikenal mahal dan kaya manfaat untuk kecantikan dan kesehatan.
Di balik kelucuan dan keunikannya, kambing pemanjat pohon ini menjadi simbol keterhubungan antara alam liar dan kehidupan manusia.
Mereka mengajarkan bahwa keanehan kadang adalah bentuk adaptasi paling mengagumkan. Dan bahwa di tengah gurun yang keras, selalu ada cara hidup yang tidak masuk akal, namun tetap berhasil.
Maka tak heran jika wisatawan dari berbagai penjuru dunia rela menempuh perjalanan jauh demi menyaksikan sendiri “sirkus alami” ini, kambing-kambing yang dengan tenang menikmati sarapan di ketinggian pohon. (*)