Karawang, MEDIASERUNI.ID – Arus balik Lebaran 2026 belum sepenuhnya usai. Polres Karawang memprediksi gelombang kedua puncak arus balik akan terjadi pada akhir pekan ini, tepatnya Sabtu dan Minggu. Ribuan kendaraan dari arah Jawa Barat dan Jawa Tengah diperkirakan bakal melintasi wilayah Karawang.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki N Ardiansyah, mengungkapkan berdasarkan data traffic counting, masih ada sekitar 200 ribu kendaraan pemudik yang belum kembali ke Jabodetabek. Kondisi ini berpotensi memicu kepadatan, terutama di jalur utama seperti Tol Jakarta–Cikampek dan jalur arteri Pantura Karawang.

“Puncak arus balik gelombang kedua diprediksi terjadi pada 28 hingga 29 Maret. Bahkan, khusus hari Minggu, jumlah kendaraan yang mengarah ke Jakarta diperkirakan bisa mencapai 250 ribu unit,” kata Kapolres.

Baca Juga:  Keren, Ada Dilan di Lembang, Rifki: Ini Yang Kami Butuhkan

Masih kata Kapolres, pihaknya juga tetap akan memberlakukan rekayasa lalu lintas, baik Contra Flow maupun One Way secara situasional, termasuk pemanfaatan jalur alternatif Tol Japek II Selatan yang dinilai mampu memgurai beban kendaraan di jalur utama.

Mengutip detikcom, Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebutkan bahwa pergerakan kendaraan terus meningkat dari hari ke hari. Pada Jumat, jumlah kendaraan diperkirakan mencapai 183 ribu, lalu naik hingga 200 ribu, dan memuncak di angka 250 ribu pada Minggu.

“Selain volume kendaraan, kepadatan juga terjadi di sejumlah rest area di Tol Trans Jawa. Banyak pengendara berhenti untuk beristirahat, sehingga memicu antrean panjang,” kata Rivan.

Baca Juga:  Pemkab Purwakarta Punya Cara Jitu Antisipasi Kekurangan Pangan Akibat Fenomena Iklim

Sebagai langkah antisipasi, pihak pengelola tol juga menerapkan sistem buka-tutup di beberapa rest area, seperti di KM 62B dan KM 52B Tol Jakarta–Cikampek. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurai kepadatan agar tidak meluas ke badan jalan.

Sementara itu, hingga Jumat pagi pukul 06.00 WIB, tercatat sekitar 2,3 juta kendaraan telah kembali ke Jakarta. Angka ini setara dengan 69 persen dari total kendaraan yang diperkirakan melakukan perjalanan mudik tahun ini.

Sebelumnya, puncak arus balik gelombang pertama sudah terjadi pada 24 Maret. Menariknya, arus mudik dan balik Lebaran 2026 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, bahkan disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah. (*)