Sukabumi, MEDIASERUNI.ID – Tim forensik RS Bhayangkara Setukpa Polri telah merampungkan proses autopsi terhadap NS (12) bocah laki-laki, Warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal dengan tubuh penuh luka.

Kepala Instalasi Forensik RS Bhayangkara Tingkat II Setukpa, Kombes dr. Carles Siagian, mengungkapkan bahwa proses autopsi berlangsung hampir tiga jam. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dan dalam, ditemukan sejumlah luka bakar di tubuh korban.

“Luka bakar ditemukan di lengan, kaki kanan dan kiri, punggung, bibir, serta hidung,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu 21 Februari 2026.

Meski demikian, tim forensik belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Secara medis, luka bakar tersebut dinilai belum cukup untuk menjadi penyebab langsung kematian.

Baca Juga:  DPC Grib Jaya Pemalang Berkomitmen Perbaiki Citra untuk Dicintai Masyarakat

Tim juga memeriksa organ dalam seperti jantung dan paru-paru yang diketahui mengalami sedikit pembengkakan. Untuk memastikan penyebab kematian, sampel organ telah dikirim ke laboratorium di Jakarta guna mengetahui kemungkinan adanya zat tertentu atau faktor penyakit sebelumnya.

“Penyebab kematian belum bisa dipastikan. Kami masih menunggu hasil laboratorium,” jelas dr. Carles.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim forensik memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan tumpul pada tubuh korban. Sementara luka di bagian bibir atas dan dekat hidung disebut sebagai luka lama, sehingga belum dapat dipastikan asal-usulnya.

Baca Juga:  Kontestan yang Berlaga di Pilkada Karawang 2024, Nomor 2 Aep Syaepuloh - Maslani Nomor 1 Acep Jamhuri - Gina Fadlia Swara

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan anak di bawah umur.
Sementara itu, ayah korban, Anwar Satibi, menyatakan bahwa keputusan autopsi diambil demi mencari kebenaran dan menghindari spekulasi di tengah masyarakat.

Ia mengaku sempat bimbang melihat kondisi putranya, namun akhirnya menyetujui autopsi agar tidak muncul fitnah. “Saya ingin memastikan penyebabnya. Saya tidak ingin menuduh sembarangan karena itu bisa menjadi fitnah,” ujarnya.

Di tengah duka, Anwar juga menyampaikan pesan kepada para orang tua agar tetap memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak, apa pun kondisi rumah tangga yang dihadapi. (Andi)