PEMALANG, MEDIASERUNI.ID — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pemalang, Prasetyo Widiyatmoko, menegaskan bahwa program prioritas dalam waktu dekat adalah melakukan penguatan internal organisasi sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang akan digelar di Semarang Raya pada akhir September mendatang.
Menurut Prasetyo, setelah proses pelantikan resmi kepengurusan KONI Kabupaten Pemalang selesai, pihaknya akan segera melakukan konsolidasi organisasi dan rapat kerja guna menyusun program kerja tahun berjalan.
“Program jangka pendek setelah pelantikan nanti adalah penguatan internal atau penguatan organisasi. Bersamaan dengan itu kita juga akan mulai mempersiapkan program pemusatan latihan atlet,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemusatan latihan direncanakan berlangsung selama dua hingga tiga bulan, tergantung pada kemampuan penganggaran yang tersedia. Jika memungkinkan, program latihan terpusat akan dimulai pada periode Juni hingga Agustus.
“Artinya nanti di bulan Juni, Juli, dan Agustus kita akan melihat kemampuan penganggaran. Kalau memungkinkan dua sampai tiga bulan kita akan mengadakan pemusatan latihan bagi seluruh cabang olahraga,” jelasnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi Porprov Jawa Tengah yang akan dilaksanakan di wilayah Semarang Raya, meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Kota Salatiga.
Dalam ajang tersebut, Kabupaten Pemalang berencana mengirimkan sekitar 130 atlet dari berbagai cabang olahraga, didampingi sekitar 30 ofisial.
“Total kontingen kita sekitar 160 orang. Saat ini kami juga diminta segera melakukan entry by name by address untuk atlet dan ofisial yang akan diberangkatkan,” tambahnya.
Terkait target prestasi, Prasetyo menegaskan pihaknya berupaya minimal mempertahankan perolehan medali dan peringkat Kabupaten Pemalang di tingkat Jawa Tengah.
“Targetnya minimal kita berusaha mempertahankan perolehan medali dan peringkat di Jawa Tengah. Dengan kondisi yang cukup mendesak ini kita tetap optimistis prestasi bisa meningkat,” katanya.
Selain itu, ia juga berharap beberapa atlet muda mampu menunjukkan potensi melalui raihan medali, meskipun tidak selalu harus emas.
“Untuk beberapa atlet mungkin targetnya tidak harus emas, bisa perunggu atau perak. Yang penting ini juga menjadi bagian dari penguatan mental atlet-atlet muda serta regenerasi atlet,” ungkapnya.
Prasetyo menambahkan, hingga saat ini kepengurusan KONI Kabupaten Pemalang masih menunggu Surat Keputusan (SK) resmi dari KONI Provinsi Jawa Tengah sebelum dilakukan pelantikan.
Setelah SK diterbitkan, pelantikan akan dilakukan oleh KONI Provinsi Jawa Tengah dan disaksikan langsung oleh Bupati Pemalang.
Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan KONI bersifat terbuka dan merangkul berbagai pihak, termasuk tokoh-tokoh yang sebelumnya menjadi rival dalam proses demokrasi organisasi.
“Dalam demokrasi itu kompetisi hal yang biasa. Setelah kompetisi selesai, yang kita lihat adalah kompetensinya. Selama bisa men-support dan menguatkan KONI Kabupaten Pemalang tentu kita rangkul,” tegasnya.
Untuk jangka panjang, Prasetyo menargetkan peningkatan budaya olahraga di masyarakat sebagai bagian dari pembinaan atlet usia dini.
“Ke depan kita ingin mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Harapannya dari situ akan muncul bibit-bibit atlet baru, terutama dari kalangan anak-anak,” katanya.
Menurutnya, peran utama KONI adalah memfasilitasi kebutuhan cabang olahraga agar proses pembinaan atlet dapat berjalan lebih optimal.
“Yang mencetak atlet itu cabang olahraga. Tugas kami memfasilitasi dan mendukung kebutuhan mereka agar pembinaan berjalan maksimal,” pungkasnya.

