Kota Bandung, MEDIASERUNI.ID – Sya’ban adalah bulan ke-8 Hijriah. Bulan yang berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan termasuk dalam bulan Istimewa karena di dalamnya berisi berbagai keutamaan.

Bulan Sya’ban merupakan jembatan menuju Bulan Suci Ramadhan, sehingga dianjurkan kepada umat Islam untuk bisa memulai atau melatih ibadah-ibadah yang akan dilaksanakan pada Ramadhan nanti.

asep
Ust. H. Asep Ruslan (Dewan Pembina MIO Indonesia Provinsi Jabar, Ketua Yayasan Rahmat Lil Alamin & Pembina Pondok Pesantren Rahmat Lil Alamin), Jumat (30/1/2026) di Masjid Al Mukhlisin SMPN 51 Bandung Jl. Raya Derwati Kota Bandung (Foto: Asep Ruslan)

Melalui khutbah Jumat berjudul, “Menyambut Bulan Sya’ban” khatib Ust. H. Asep Ruslan (Dewan Pembina MIO Indonesia Provinsi Jawa Barat, Ketua Yayasan Rahmat Lil Alamin dan Pembina Pondok Pesantren Rahmat Lil Alamin) di Masjid Al Mukhlisin SMPN 51 Bandung Jl. Raya Derwati Kota Bandung, Jumat (30/1/2026).

Mengajak umat Islam untuk memperbanyak ibadah agar memperoleh kebaikan di bulan Sya’ban, karena bulan ini memancarkan banyak kebaikan (yatasya’abu minhu khairun katsir). Semoga bermanfaat.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ عَلى نِعَمِه فِى شَهْرِ شَعْبَان، اَلَّذِىْ جَعَلَنَا مِنَ المُسْلِمِيْنَ اَلْكَامِلِيْنَ، وَأَمَرَنَا بِاتِّبَاعِ سَبِيْلِ المُؤْمِنِيْنَ، اَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا. اَللّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلى آلِه وَصَحْبِه الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِىْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jamaah Jumat Masjid Al Mukhlisin Rahimakumullah,

Marilah kita bersyukur ke hadirat Allah swt yang telah memberikan berjuta kenikmatan kepada kita sekalian, sehingga kita masih bisa melaksanakan Shalat Jumat di masjid Al Mukhlisin SMPN 51 Bandung yang mulia ini.

Shalawat dan salam, semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw yang telah membimbing kita menuju dunia yang terang dan jelas, yaitu addinul Islam.

Semoga kita selalu mencintainya dan bershalawat kepadanya, sehingga kita diakui sebagai umatnya yang mendapatkan syafaatnya di hari akhir nanti, amin.

Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Selaku khatib kami mengajak kepada hadirin sekalian dan diri pribadi, marilah kita selalu berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt dengan terus berusaha menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

Semoga Allah swt selalu memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita sehingga kita selalu dalam keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt. Amin.

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Alhamdulillah saat ini kita sudah memasuki bulan Sya’ban, yakni tanggal 11 Syaban 1447 Hijriah.

Inilah jawaban doa yang selalu kita panjatkan di awal memasuki bulan Rajab.

Baca Juga:  Relawan Badega Dedi Mulyadi Perkuat Jejaring Relawan dengan Aplikasi Link Form

Allahumma barik lana fi Rajaba, wa Sha’bana, wa ballighna Ramadana. Artinya: Ya Allah, anugerahkanlah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan sampaikanlah umur kami pada bulan Ramadhan (HR Anas bin Malik ra).

Sya’ban adalah bulan ke-8 Hijriah. Bulan yang berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan termasuk dalam bulan Istimewa karena di dalamnya berisi berbagai keutamaan.

Sya’ban berasal dari kata syib, yakni jalan kebaikan. Dinamakan tersebut karena bulan ini memancarkan banyak kebaikan (yatasya’abu minhu khairun katsir).

Untuk itu, khotib mengajak kita semua untuk memperbanyak ibadah agar memperoleh kebaikan di bulan Sya’ban ini.

Sya’ban juga merupakan jembatan menuju Bulan Suci Ramadhan sehingga dianjurkan kepada umat Islam untuk bisa memulai atau melatih ibadah-ibadah yang akan dilaksanakan nanti pada bulan Ramadhan.

Pada kesempatan khutbah ini, khatib akan menyampaikan materi khutbah dengan judul, “Menyambut Bulan Sya’ban”.

asep
Ust. H. Asep Ruslan bersama para Pendidik SMPN 51 Bandung, Jumat (30/1/2026) di depan Masjid Al Mukhlisin SMPN 51 Bandung Jl. Raya Derwati Kota Bandung (Foto: Asep Ruslan)

Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam rangka menyambut dan mengisi bulan Sya’ban:

1. Puasa Sunnah Sya’ban.

Dalam bulan ini, Rasulullah saw memperbanyak puasa sunnah. Bahkan hampir berpuasa satu bulan penuh. Sebagai umat Nabi, sangat baik apabila mengikutinya dengan melakukan puasa sunnah.

Rasulullah saw bersabda:

     عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ : مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ إِلَّا شَعْبَانَ وَرَمَضَانَ

“Dari Ummu Salamah ra berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali Sya’ban dan Ramadhan.” (HR Tirmidzi No 726, An-Nasai 4/150, Ibnu Majah No 1648, dan Ahmad 6/293)

2. Perbanyak Memanjatkan Doa.

Sya’ban merupakan bulan yang baik dan bulan lebih cepat untuk diterimanya doa-doa hamba. Oleh karena itu, mari perbanyak doa untuk kebaikan dan keselamatan serta kenikmatan hidup di dunia maupun akhirat.

Jangan lewatkan dan jangan sia-siakan hari-hari di Sya’ban ini untuk memperbanyak doa.

3. Memperbanyak Amal Saleh.

Ada beberapa amal ibadah yang baik untuk dilakukan di bulan Sya’ban. Di antaranya adalah membaca Al-Qur’an, memperbanyak Shalawat, banyak istighfar dan memperbanyak sedekah.

4. Menjauhi Syirik dan Permusuhan.

Bulan Sya’ban, sangat baik untuk umat Islam yang berharap dosanya diampuni oleh Allah swt. Untuk itu perbanyaklah berdoa dan meminta ampun di bulan ini.

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Allah swt akan mengampuni orang-orang yang tidak berbuat syirik dan orang-orang yang tidak memiliki permusuhan dengan saudara seagamanya. Untuk itu, jauhi perbuatan syirik dalam bentuk apapun dan hindari permusuhan sesama  saudara.

5. Kesempatan Mengqadha Puasa Ramadhan.

Baca Juga:  Buruh Demo Tolak UMSK 2026, Pemprov Jabar Janji Tinjau Ulang Penetapan

Ibadah puasa Ramadhan yang diwajibkan kepada orang yang beriman, dilakukan selama satu bulan penuh.

Boleh jadi di antara umat Islam ada yang tidak sempurna satu bulan, alias ada yang bolong dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan. Hari-hari yang tidak puasa atau tidak sanggup puasa, diperkenankan untuk dibayar di bulan  lain.

Di bulan Sya’ban inilah kesempatan terakhir untuk membayar utang puasa Ramadhan yang telah berlalu sebelum datang Ramadhan berikutnya.

Rasulullah saw bersabda:   “’Suatu ketika aku memiliki hutang puasa Ramadahan dan aku tidak bisa mengqadhanya selain Sya’ban.’’ (HR Bukhari No 1950 dan Muslim No 1146)

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Demikian khutbah yang singkat ini, semoga kita bisa memahami betapa penting dan bernilainya bulan Sya’ban ini. Semoga Allah swt memudahkan dan memberi kekuatan serta semangat kepada kita, untuk bisa menyambut bulan Sya’ban dengan baik.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَاعْتَبِرُوْا يَآ أُوْلِى اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Khutbah II

 الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: (وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر) إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ