Karawang. MEDIASERUNI.ID – Cerita Haru di Karawang. Sepasang suami istri lanjut usia (lansia) mendatangi kantor Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, pada Jumat, 27 Maret 2026. Mereka minta perlindungan karena diliputi rasa takut menghadapi kondisi anaknya yang labil.
Anak tersebut diketahui telah mengidap depresi selama kurang lebih sembilan tahun dan baru saja menjalani perawatan selama 14 hari di RSJ Dr. H. Marzoeki Mahdi. Dalam waktu dekat, sang anak direncanakan pulang ke rumah. Namun, kabar itu justru memicu kecemasan mendalam bagi kedua orang tuanya.
Selama ini anak mereka kerap menunjukkan perilaku agresif, mulai dari memukul hingga melontarkan kata-kata kasar. Trauma dari kejadian-kejadian tersebut masih membekas, membuat keduanya merasa belum siap jika harus kembali tinggal serumah.
Menanggapi hal itu, Bupati Aep Syaepuloh bergerak cepat. Ia memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam dan siap memberikan perlindungan serta pendampingan kepada keluarga tersebut.
“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan pendampingan sekaligus trauma healing bagi kedua orang tua itu,” kata Bupati Aep, Jumat 27 Maret 2026.
Selain itu, lanjut Aep, pihaknya pun segera berkoordinasi dengan pihak rumah sakit yang akan menangani perawatan lanjutan si anak. “Kami juga akan berkomunikasi dengan pihak rumah sakit jiwa untuk memastikan jadwal kepulangan dan kesiapan penanganan lanjutan bagi sang anak,” ucap Aep.
Tak berhenti di situ, langkah konkret pun disiapkan. Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial berencana menjemput pasien dan menempatkannya sementara di yayasan sosial di wilayah Batujaya.
Tujuannya agar proses pemulihan bisa berjalan lebih optimal dengan pendampingan intensif, tanpa mengorbankan rasa aman orang tua.
Upaya ini diharapkan menjadi solusi terbaik bagi semua pihak, sehingga kondisi anak dapat pulih secara bertahap, sekaligus memberikan ketenangan bagi keluarga yang selama ini hidup dalam bayang-bayang ketakutan. (*)

