Karawang, MEDIASERUNI – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Universitas Singaperbangsa Karawang atau KKN Unsika Desa Ciwaringin mempersembahkan dua inisiatif unggulan, yakni Taman Literasi dan proyek pembuatan Ecobrick.

Tujuan kedua inisiatif unggulan itu untuk meningkatkan minat baca, serta memperkenalkan solusi ramah lingkungan, dalam pengelolaan sampah plastik pada anak-anak Desa Ciwaringin.

002f1498 2c54 4a1a 8bec 08ccce5c0a18

Taman Literasi berlokasi di halaman posko Kelompok KKN dan dilengkapi dengan perpustakaan mini serta area baca terbuka. Koleksi bukunya mencakup berbagai genre, mulai dari buku anak-anak hingga literatur ilmiah.

Taman Literasi mengadakan kegiatan seperti sesi membaca bersama, belajar bahasa Inggris, dan mereview buku, yang dirancang untuk memupuk minat baca dan mempererat hubungan sosial di antara anak-anak desa.

Baca Juga:  Bey Machmudin Lepas Peserta Sekolah Gunung Hutan Wanadri 2024

Sedangkan Proyek pembuatan Ecobrick memperkenalkan solusi kreatif untuk mengelola sampah plastik dengan membuat bata ramah lingkungan dari botol plastik bekas yang diisi dengan sampah plastik.

Kegiatan pembuatan Ecobrick dilakukan setelah Taman Literasi, dengan tujuan mengurangi sampah plastik dan menciptakan barang yang berguna seperti tempat sampah dari Ecobrick.

Keberhasilan kedua inisiatif ini tidak lepas dari dukungan dan partisipasi aktif anak-anak Desa Ciwaringin dan masyarakat sekitar. Banyak yang menyumbangkan buku-buku lama dan berpartisipasi dalam pengumpulan sampah plastik serta pembuatan Ecobrick.

Baca Juga:  Tingkatkan Keandalan Listrik Jelang Nataru, PLN UPT Karawang Energize Bay Trafo #1 GI 150 kV Parungmulya

Dengan keberadaan Taman Literasi dan proyek Ecobrick, Desa Ciwaringin diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam meningkatkan literasi dan menjaga lingkungan.

“Kami berharap Desa Ciwaringin bisa menjadi desa literasi yang unggul dan ramah lingkungan,” ujar koordinator tim KKN Unsika Desa Ciwaringin Yerhiko, Senin 22 Juli 2024.

Taman Literasi dan proyek Ecobrick Desa Ciwaringin, kata Yerhiko, adalah bukti nyata bahwa dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pendidikan dan lingkungan, perubahan besar dapat dimulai dari hal-hal kecil. (Mds/Tim KKN Mahasiswa Unsika Desa Ciwaringin)