Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Anyaman daun kelapa itu tersusun rapi di sudut rumah sederhana milik Ibu Ai di Cihampelas, Jawa Barat. Jemarinya bergerak cekatan, merangkai janur demi janur menjadi cangkang ketupat, hidangan khas yang selalu hadir saat Idul Fitri.

Bagi Ibu Ai, ketupat bukan sekadar tradisi. Ia adalah sumber rezeki musiman yang dinanti setiap tahun. Momentum itu dimulai dari satu hal penting, penetapan hari raya melalui sidang isbat. Kepastian tanggal Lebaran menjadi penanda bagi Ibu Ai dan para pekerjanya untuk mulai bergerak.

“Pengumuman sidang isbat sangat berarti bagi kami dan para karyawan. Ini jadi penentu kapan kami mulai produksi,” ujarnya, 19 Maret 2026.

Baca Juga:  Truk Sumbu Tiga Dilarang Melintas Jalur Pantura Pemalang, Wajib Masuk Tol di Jam Tertentu

Namun, waktu yang mereka miliki sangat terbatas. Produksi cangkang ketupat hanya berlangsung dalam hitungan hari, biasanya H-2 hingga H-1 Lebaran. Dalam waktu singkat itu, mereka harus memaksimalkan hasil untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Di masa lalu, usaha ini pernah berada di titik paling ramai. Permintaan tinggi membuat produksi melonjak hingga ribuan buah setiap musim Lebaran. “Dulu, kami bisa menjual sampai 4.000 bahkan 8.000 cangkang ketupat. Kebutuhan beras warga bisa mencapai 4 kwintal,” kenang Ibu Ai.

Kini, kondisi tersebut tak lagi sama.
Persaingan yang semakin ketat serta menurunnya daya beli masyarakat berdampak langsung pada jumlah produksi. Untuk ketupat isi atau matang, Ibu Ai kini hanya mampu memproduksi sekitar 3.000 hingga 4.000 buah.

Baca Juga:  Revolusi Homeless Media, Tantangan Jurnalisme Warga Mengubah Wajah Informasi

Meski demikian, semangat para pelaku usaha kecil seperti Ibu Ai tidak luntur. Setiap anyaman janur yang dibuat bukan hanya untuk memenuhi permintaan pasar, tetapi juga menyimpan harapan akan keberkahan di hari raya.

Di tengah keterbatasan waktu dan tantangan usaha, mereka tetap bertahan menjaga tradisi yang telah diwariskan turun-temurun. Ketupat bukan sekadar pelengkap hidangan Lebaran, tetapi juga simbol kerja keras dan ketekunan.

Lebaran akan selalu datang setiap tahun. Namun, bagi para pengrajin ketupat di Cihampelas, momen ini selalu menjadi pertaruhan, antara harapan, rezeki, dan keberlanjutan usaha yang mereka jalani. (Dadan)