Pemalang, MEDIASERUNI.ID – Lurah Widuri, Tri Rayan Abdul Malik, S.STP., M.A.P., menegaskan komitmennya untuk menggenjot capaian pajak daerah hingga 100 persen sebagai langkah strategis dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Tri Rayan dalam wawancara terkait adaptasi kepemimpinan dan arah kebijakan di Kelurahan Widuri yang memiliki karakter masyarakat heterogen, baik dari sisi budaya maupun kepribadian.
Menurutnya, sebagai aparatur sipil negara (ASN) sekaligus pelayan masyarakat, seluruh jajaran kelurahan dituntut bekerja cepat, efisien, dan teliti. Hal ini sejalan dengan semangat kepemimpinan daerah yang mengedepankan kecepatan pelayanan publik.
“Tidak ada lagi istilah learning by doing. Kita harus siap, cepat mengambil langkah, efisien, tapi tetap teliti. Kesalahan sudah tidak bisa lagi dimaklumi,” tegasnya.
Benahi Internal, Kawal Visi Pimpinan
Tri Rayan menjelaskan, langkah awal kepemimpinannya adalah membenahi internal kelurahan agar seluruh perangkat memiliki semangat dan pemahaman yang sama dalam mengawal visi dan misi pimpinan daerah.
Ia menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan harus bermuara pada kepentingan masyarakat, sejalan dengan semangat peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451.
“Momentum HUT Pemalang ke-451 ini menjadi pengingat bagi kami di tingkat kelurahan untuk bekerja lebih cepat, lebih rapi, dan lebih berdampak. Dengan semangat Mewujudkan Pemalang yang Menyala, Bercahaya, dan Sejahtera, optimalisasi pajak adalah salah satu ikhtiar nyata agar manfaat pembangunan benar-benar kembali ke masyarakat,” ujar Tri Rayan.
Optimalisasi Pajak Jadi Program Prioritas
Salah satu program prioritas Lurah Widuri adalah optimalisasi penerimaan pajak, khususnya pajak bangunan. Ia mengakui, masih terdapat potensi kebocoran yang perlu dibenahi secara serius.
Berdasarkan data terakhir, realisasi pajak di Kelurahan Widuri masih berada di kisaran 70 persen. Ke depan, ia menargetkan capaian tersebut dapat meningkat hingga 100 persen.
“Targetnya jelas, 100 persen. Kalau PAD meningkat, yang paling dekat merasakan manfaatnya adalah masyarakat Widuri sendiri,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif, mengingat kondisi masyarakat Widuri yang heterogen.
Kepemimpinan yang Mengayomi dan Berkorban
Dalam pandangannya, jiwa kepemimpinan adalah kemampuan mengayomi serta kesiapan berkorban demi kepentingan masyarakat. Meski bukan asli Jawa dan besar di Jakarta, Tri Rayan menegaskan komitmennya untuk menyesuaikan diri dengan kearifan lokal.
“Pemimpin itu harus mau mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi masyarakat yang dilayani,” ungkapnya.
Harapan ke Depan
Menutup wawancara, Tri Rayan berharap seluruh elemen di Kelurahan Widuri dapat berjalan dalam satu visi dan satu misi dengan pimpinan daerah untuk mendukung terwujudnya Pemalang yang menyala, bercahaya, dan sejahtera.
“Kalau sudah ada nahkoda yang mengarahkan kapal, maka seluruh awak harus mengikuti arah layar itu,” pungkasnya.
Dengan semangat pelayanan, kecepatan kerja, serta komitmen menggenjot pajak daerah, Kelurahan Widuri diharapkan mampu menjadi pilot project peningkatan PAD dan pelayanan publik di Kabupaten Pemalang.
