Di tangan Sang Maestro Teguh Joko Dwiyono, limbah plastik tak bernilai disulap menjadi karya seni berkelas dunia.

MEDIASERUNI.ID, KOTA BANDUNG – Sebuah kanvas putih dan sebatang tiang berdiri menyangga sebilah papan berukuran 40 x 60 sentimeter sebagai alas bahan untuk melukis yang sudah disiapkan oleh Prima Dewi selaku Duta Nayanika.  Namun, tidak terlihat berbagai warna cat yang tertuang di atas mangkuk untuk mewarnai kanvas layaknya pelukis pada umumnya. Hanya tumpukan sampah plastik berada tak jauh dari kanvas putih tersebut.

Seorang pria tua berpenampilan khas seniman berdiri di samping kanvas putih, ditemani Antonius Alijoyo selaku Founder Galeri Nayanika. Pria tersebut adalah Sang Maestro Teguh Joko Dwiyono, pelukis limbah plastik dan penerima MURI pelopor seni lukis dengan bahan kulit telur pertama di Indonesia.

IMG 20250523 141946
Yulia Dyah Anggraeni, Teguh Joko Dwiyono, Dany Gumilar, dan Antonius Alijoyo bersama hasil lukisan dari media sampah plastik (Foto: Arus)

Selanjutnya Dwiyono mengajak Yulia Dyah Anggraeni selaku Plt. Kepala Sub Bagian Keuangan, Akuntansi dan ESG PT Jasa Raharja Kanwil Utama Jawa Barat, dan Dany Gumilar Vokalis Band Java Jive untuk mengajari melukis dengan media sampah plastik. Hanya dalam waktu 15 menit mereka kolaborasi melukis dengan media sampah plastik, selanjutnya lukisan tersebut dirapihkan oleh Dwiyono, dan hasilnya luar biasa sebuah bunga yang mekar dengan indah. Peristiwa ini terjadi dalam Eksebisi Galeri Nayanika 2025 dengan tema “Sisa Menjadi Cipta” di Alijoy Coffee Jl. Nanas No.12 Kota Bandung, Jumat (23/5/2025).

Baca Juga:  Koperasi Jasa Multi Pihak Aset Digital Nusantara Garuda Butuh Pengurus dan Pengelola

Di Galeri Nayanika, pengunjung dapat melihat beberapa karya lukis Dwiyono dari ribuan karyanya yang berbahan media kulit telur dan limbah plastik,  diantaranya: Candi Borubudur, Plengkung Keraton,  Gunung Merapi, Phoenix, Bunga Bermekaran, Kebersamaan, Nyaman, Nafas Kehidupan, Naluri Kehidupan,  Tari Barong, Bunga Matahari, Kupu-kupu,  Tanah Lot, Empang, Gairah, Pohon, Bunga dan Sinar matahari, Kasih Sayang,   dan Hitam Putih Kehidupan.

WhatsApp Image 2025 05 24 at 10.08.16
Hasil karya Dwiyono yang dipajang Galeri Nayanika di Alijoy Coffee Jl. Nanas No.12 Kota Bandung (Foto: Arus)

Selain berpameran Dwiyono juga membuka  workshop untuk umum. Seniman trah Magetan Jawa Timur ini memang tidak pelit berbagi ilmu, selama ini ia kerap membuka  kelas seni gratis untuk masyarakat, dibiayai dari penjualan lukisannya. Ia mengajarkan teknik daur ulang limbah sebagai bentuk kepedulian  terhadap lingkungan.

Ia berharap dengan  mengajar beberapa orang akan  berkesinambungan melahirkan pelukis  dan mentor-mentor duta-duta lingkungan hidup, merawat lingkungan dari sampah-sampah plastik yang baru bisa terurai 100 tahun lebih.

Berdasarkan studi dalam Jurnal Nature, di bumi ini terdapat 52 juta ton produk plastik mencemari lingkungan selama 2020 dan Indonesia yang menghasilkan 3,4 juta ton sampah plastik sebagai penyumbang ketiga terbanyak di dunia.

Sementara urutan pertama adalah India yang menghasilkan 9,3 juta ton dan kedua Nigeria dengan 3,5 juta ton sampah plastik. Bahkan, Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik kedua terbesar dunia setelah Tiongkok.

WhatsApp Image 2025 05 24 at 10.04.55
Asep Ruslan dan Sang Maestro Teguh Joko Dwiyono di Galeri Nayanika Jl. Nanas No, 12 Kota Bandung (Foto: Arus)

Namun di tangan Dwiyono, limbah plastik yang tidak bernilai ekonomi itu disulapnya menjadi karya seni berkelas dunia dengan nilai tinggi, karyanya seringkali dipamerkan di Amerika dan Eropa.

Baca Juga:  Paguyuban Asep Dunia DPD Bekasi Raya Gelar Bukber dan Santunan Anak Yatim

H. Asep Ruslan atau yang akrab disapa Kang Asep, selaku Wakil Ketua IV Badan Pekerja Majelis Musyawarah Sunda (MMS), menyampaikan Apresiasi setinggi-tingginya kepada Galeri Nayanika dan Sang Maestro Teguh Joko Dwiyono pendiri Wayang Art (Wahana Gaya Gemilang).

“Lukisan dari limbah plastik ini sungguh luar biasa! Kreativitas dan keindahan yang ditampilkan sangat memukau. Saya terkesan dengan bagaimana limbah yang sering dianggap sampah yang tidak berharga ini, bisa disulap menjadi karya seni yang bernilai tinggi dan penuh pesan,” kata Kang Asep.

WhatsApp Image 2025 05 24 at 10.08.14 1
Asep Ruslan, Antonius Alijoyo selaku Founder Nayanika dan Tim Media (Foto: Arus)

Menurut Kang Asep yang juga selaku Dewan Pembina Pengurus Pusat Paguyuban Asep Dunia (DPP PAD) Periode 2025-2030 dan Presiden/Ketua Umum Paguyuban Asep Dunia (PAD) Periode 2020-2025 , lukisan yang dihasilkan tidak hanya indah tapi juga menyampaikan pesan yang kuat tentang pentingnya kita peduli terhadap lingkungan.

“Lukisan ini tidak hanya indah, tapi juga bermanfaat. Ini membantu mengurangi limbah plastik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan. Saya kagum dengan dampak positif yang diciptakan oleh Sang Maestro Bapak Teguh Joko Dwiyono,” pungkas Kang Asep.

Kata Kang Asep, jika tertarik untuk memiliki lukisan Galeri Nayanika? Bisa DM di IG galeri.nayanika atau whatsapp di nomor (+62) 85210402094. (ARUS)