MEDIASERUNI.ID – Kompleks Candi Jiwa dan Candi Blandongan di kawasan situs Batujaya, Karawang, bukan sekadar peninggalan arkeologis dari abad ke-5. Di balik reruntuhan bata kuno yang tersisa dan keheningan ladang di sekitarnya, tersimpan aura mistis yang tak bisa dijelaskan dengan logika biasa.

Meski tempat ini menjadi destinasi penelitian sejarah dan objek wisata budaya, suasana di sana seringkali membuat bulu kuduk merinding, terutama saat malam mulai menjelang.

Penduduk sekitar dan beberapa pengunjung mengaku pernah mengalami hal ganjil. Ada yang mengaku melihat bayangan sosok berjubah seperti biksu berjalan cepat di antara candi, lalu menghilang begitu saja tanpa jejak.

Beberapa lagi mendengar suara kidung atau nyanyian kuno yang menggema di udara, padahal tidak ada seorang pun di sekeliling mereka. Fenomena ini bukan sekali dua kali terjadi, dan makin menegaskan bahwa situs ini bukan hanya saksi sejarah, tapi juga ruang yang menyimpan dimensi lain.

Baca Juga:  Pembersihan Sampah Citarum Dilanjutkan, Sekda Herman: Pemdaprov dan BBWS akan Pasang Jaring Filter

Para ahli sejarah meyakini bahwa situs Batujaya dulunya adalah pusat aktivitas keagamaan Buddha kuno. Candi Jiwa, misalnya, tidak memiliki pintu masuk seperti candi umumnya, hal ini membuat para peneliti menduga bahwa fungsi utamanya adalah sebagai tempat pemujaan atau meditasi.

Arsitekturnya yang sederhana namun simbolis menambah kesan spiritual yang kuat. Tidak heran jika bekas-bekas energi masa lampau dipercaya masih menetap di sana hingga kini.

Namun, pengalaman supranatural yang dilaporkan membuat situs ini lebih dari sekadar obyek studi arkeologi. Kisah-kisah penampakan biksu dan suara-suara tanpa sumber sering dikaitkan dengan ‘penjaga gaib’ situs.

Ada kepercayaan bahwa arwah para pertapa atau biksu yang dulu bermeditasi di sana masih “berkelana” untuk menjaga kesucian tempat itu. Beberapa orang bahkan mengaku merasa seperti diawasi saat melangkah terlalu jauh ke dalam area candi, terutama saat sendirian.

Meskipun tidak semua orang percaya dengan sisi mistisnya, daya tarik situs Batujaya justru bertambah karena perpaduan antara sejarah dan misteri. Ini menjadikannya unik dibandingkan situs kuno lainnya di Indonesia.

Baca Juga:  Kuta Tandingan, Misteri Kerajaan Tua Jejak Keruntuhan Padjajaran

Ketika reruntuhan candi lain hanya menyisakan batu dan cerita masa lalu, Batujaya masih “hidup” dalam bentuk bisikan tak kasat mata dan bayang-bayang yang melintas dalam sekejap.

Bagi para peneliti spiritual dan pecinta misteri, situs ini menjadi tempat yang menggoda untuk dijelajahi lebih dalam. Ada yang datang bukan hanya untuk belajar sejarah, tetapi untuk mencoba merasakan ‘energi’ yang dipercaya menyelimuti tempat itu.

Beberapa komunitas bahkan mengadakan meditasi malam di sekitar candi, berharap bisa menangkap getaran spiritual yang tersisa dari masa lampau.

Apakah benar bayangan biksu itu jelmaan arwah yang belum pergi, ataukah suara kidung hanya gema masa lalu yang terpatri dalam dimensi waktu yang berbeda. Hingga kini belum ada jawaban pasti. (*)