Karawang, MEDIASERUNI – Momen haru di TPU Karawang. Seorang gadis dengan seragam sekolah lengkap mengunjungi makam seorang yang baru saja meninggal dunia empat bulan yang lalu, Sabtu 20 Juli 2024.
Gadis ini sepantaran pelajar SMP dan masih mengenakan seragam pramuka. Ketika memasuki area pemakaman langkahnya terlihat perlahan, sambil menenteng kantong plastik berisikan bunga segar dan sebotol air mawar.
Tak ada kata terucap dari bibir gadis ini, kecuali tatapannya sayu kearah gundukan tanah bertanda nama seseorang pada batu nisan di depannya.
Dia enggan menyebut namanya, dan hanya tersenyum kecil ketika mediaseruni menyapa. Tangan kecilnya, ringkas menaburkan bunga dan air mawar di atas pusara.
Melihat ekspresi wajahnya, kentara sekali menyiratkan antara kesedihan dan rasa hormat pada sosok dibawah makam. Entah makam siapa, kecuali sederet nama yang sepertinya ia pun enggan untuk disebutkan.
Sesekali, ia menatap batu nisan, kemudian merenung. Gadis itupun tak bercerita tentang kenangan bersama jasad yang dikubur dibawahnya. Bahkan untuk berdoa, selain diam menatap batu nisan.
Tatapan gadis ini, meski tidak berupa kata-kata, menyiratkan cerita kehidupan yang baru berakhir. Namun, bagi gadis ini, tidak ada kata-kata yang perlu diucapkan untuk menggambarkan rasa kehilangan yang dirasakannya.
Suasana di sekitar pemakaman hening. Langit biru terbentang luas di atas kepala.
Bunga-bunga yang ditabur tangan kecilnya menebarkan aroma semerbak.
Dalam diamnya, gadis itu mungkin tidak menyadari, kehadirannya di sana tidak hanya sebagai persembahan bagi yang telah pergi, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai-nilai kehidupan.
Pun, setelah semua itu usai, gadis kecil berseragam pramuka itu tetap enggan menyebut nama dan hubungannya dengan jasad yang dikuburkan di makam itu.
Sambil tetap tersenyum kecil, seperti langkah datangnya, diapun melangkah perlahan meninggalkan area pemakaman. Sehat selalu dek, semoga jasad yang dimakamkan dibawah sana mendapatkan tempat yang layak disisiNya. (S8/Mds)