Perbincangan mengenai Nokia X100 Pro 5G belakangan ini kembali ramai di media sosial dan forum teknologi. Banyak unggahan menyebutkan bahwa perangkat tersebut akan menjadi smartphone paling canggih yang pernah dirilis oleh Nokia di bawah naungan HMD Global. Namun hingga saat ini, tidak ada konfirmasi resmi, baik dari Nokia maupun mitra distribusinya, terkait keberadaan perangkat tersebut.
Di tengah derasnya rumor, perhatian publik justru kembali tertuju pada Nokia X100, sebuah ponsel yang benar-benar telah dirilis pada tahun 2021. Perangkat ini menjadi rujukan utama dalam berbagai spekulasi, meskipun secara kelas dan tujuan pasar sangat berbeda dengan Nokia X100 Pro 5G yang dirumorkan.
Nokia X100: Smartphone 5G Kelas Menengah untuk Pasar Amerika
Nokia X100 merupakan smartphone Android kelas menengah yang resmi diperkenalkan pada November 2021. Ponsel ini dirancang secara khusus untuk pasar Amerika Serikat dan menjadi salah satu upaya Nokia menghadirkan perangkat 5G dengan harga lebih terjangkau.
Mengusung filosofi desain yang sederhana namun kokoh, Nokia X100 menyasar pengguna harian yang membutuhkan perangkat stabil untuk komunikasi, hiburan, dan produktivitas ringan.
Desain dan Kualitas Rancang Bangun
Secara fisik, Nokia X100 memiliki dimensi 171,4 x 79,7 x 9,1 mm dengan bobot 217 gram. Ukuran tersebut membuatnya terasa besar dan solid di tangan, meskipun tidak bisa dibilang ringan. Ponsel ini hanya mendukung satu kartu Nano-SIM dan hadir dalam pilihan warna Midnight Blue yang terkesan profesional.
Bagian depan layar telah dilapisi Corning Gorilla Glass 3, memberikan perlindungan dasar dari goresan sehari-hari. Meski bukan material terbaru, perlindungan ini masih cukup relevan untuk penggunaan normal.
Layar Luas untuk Multimedia
Nokia X100 dibekali layar IPS LCD 6,67 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2400 piksel) dan rasio aspek 20:9. Kerapatan piksel sekitar 395 ppi membuat tampilan teks dan video terlihat cukup tajam.
Dengan rasio layar ke bodi mencapai 78,6 persen, ponsel ini nyaman digunakan untuk menonton video, browsing, maupun bermain gim ringan, meskipun belum mendukung refresh rate tinggi seperti perangkat flagship masa kini.
Performa dan Sistem Operasi Nokia X100
Dari sisi performa, Nokia X100 mengandalkan Qualcomm Snapdragon 480 5G yang diproduksi dengan fabrikasi 8 nm. Chipset ini dipadukan dengan CPU octa-core Kryo 460 dan GPU Adreno 619, yang dirancang untuk efisiensi daya sekaligus mendukung konektivitas 5G.
Konfigurasi memori terdiri dari RAM 6 GB LPDDR4X dan penyimpanan internal 128 GB, yang masih dapat diperluas menggunakan kartu microSD. Untuk sistem operasi, Nokia X100 menjalankan Android 11 dengan antarmuka yang relatif bersih, meskipun pembaruan besar setelahnya terbilang terbatas.
Nokia X100 Pro 5G: Masih Sekadar Rumor
Berbeda dengan Nokia X100, Nokia X100 Pro 5G hingga kini belum pernah diperkenalkan secara resmi. Tidak ada catatan peluncuran, sertifikasi, maupun informasi langsung dari HMD Global, sehingga besar kemungkinan perangkat ini masih sebatas rumor atau konsep.
Meski demikian, berbagai media dan konten kreator teknologi telah menyusun prakiraan spesifikasi Nokia X100 Pro 5G berdasarkan tren flagship saat ini.
Prakiraan Spesifikasi Nokia X100 Pro 5G
Perangkat ini disebut-sebut akan mengusung layar Super AMOLED 6,9 inci beresolusi 3200 x 1440 piksel dengan refresh rate 120Hz. Dari sisi dapur pacu, rumor menyebut penggunaan Qualcomm Snapdragon 8 Gen 4, dipadukan dengan RAM hingga 18 GB LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.0 hingga 512 GB.
Sektor kamera menjadi klaim paling ambisius, dengan sensor utama 300 MP, perekaman video 8K, serta kamera depan 50 MP. Baterai berkapasitas 7000 mAh dengan fast charging 120W juga disebut akan menjadi daya tarik utama.
Harga dan Status Kejelasan Produk
Rumor harga Nokia X100 Pro 5G berada di kisaran Rp 15–20 juta, menempatkannya di segmen flagship premium. Namun hingga kini, perangkat tersebut tidak tercantum di situs resmi Nokia maupun marketplace besar, sehingga informasi tersebut belum dapat diverifikasi.
Melihat rekam jejak Nokia X100 yang hanya dirilis untuk pasar AS, publik disarankan untuk menunggu pengumuman resmi di ajang seperti MWC atau CES sebelum mempercayai spesifikasi yang beredar.
