Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Pengurus Besar (PB) Punggawa Madrasah Indonesia (PGMNI) menggelar kajian Ramadan secara daring pada Minggu, 8 Maret 2026.
Kegiatan yang diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia ini menghadirkan narasumber Direktur KSKK Kementerian Agama RI, Nyayu Khodijah.
Kajian tersebut merupakan agenda rutin Ramadan pekan kedua yang diselenggarakan PB PGMNI sebagai ruang diskusi sekaligus penguatan peran para penggerak pendidikan madrasah di Indonesia.
Ketua Umum PB PGMNI, Heri Purnama, menjelaskan bahwa dalam kajian tersebut dibahas sejumlah isu penting terkait kebijakan pemerintah terhadap madrasah, khususnya menyangkut kesejahteraan guru serta dukungan terhadap madrasah swasta.
“PB PGMNI juga didorong untuk mengajak madrasah di seluruh Indonesia agar aktif mengakses sistem bantuan sarana dan prasarana Kementerian Agama melalui platform SIMSarpas, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sesuai kebutuhan dan jumlah madrasah di setiap provinsi,” kata Heri.
Dalam pemaparannya, Direktur KSKK Kemenag RI, Nyayu Khodijah, menyampaikan apresiasi kepada para guru madrasah yang terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan.
“Guru madrasah adalah garda terdepan bagi kemajuan pendidikan madrasah di Indonesia,” ujarnya.
Dia juga menegaskan Kementerian Agama RI terus berupaya melakukan berbagai pembenahan dalam penguatan pendidikan madrasah.
Kemenag RI, menurut beliau, terus mendorong peningkatan kesejahteraan dan pengembangan karier guru madrasah, khususnya guru madrasah swasta, melalui skema pengusulan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Di sisi lain, pemerintah juga berupaya memperkuat sarana dan prasarana madrasah guna mendukung proses pembelajaran yang lebih berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) madrasah mulai Senin mendatang sudah dapat dicairkan dan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh madrasah sebelum Hari Raya Idulfitri.
Selain itu, pemerintah menargetkan penyelesaian pengangkatan PPPK di lingkungan Kementerian Agama yang mencakup sekitar 630 ribu guru hingga tahun 2029.
Dia juga menjelaskan bahwa bantuan sarana dan prasarana bagi madrasah swasta akan disalurkan melalui sistem SIMSarpas dengan prinsip pemerataan, sementara penentuan madrasah prioritas akan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing provinsi pada tahun 2026.
Kementerian Agama juga menyiapkan program perkuliahan bagi guru madrasah melalui skema kuliah Universitas Terbuka yang difasilitasi oleh Kemenag, serta telah mengajukan program bantuan perangkat Smart TV yang nantinya juga akan diberikan kepada madrasah swasta.
Selain itu, dia berharap para guru madrasah senantiasa menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan integritas bagi para peserta didik.
Dia menekankan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai motivator yang mampu menumbuhkan semangat belajar, membangun karakter, serta menginspirasi siswa untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Melalui kajian Ramadan ini, PB PGMNI berharap para guru dan pengelola madrasah dapat memperoleh informasi kebijakan terbaru sekaligus memperkuat semangat dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Indonesia. (Dadan)
