PEMALANG, MEDIASERUNI – Inilah momen yang dinantikan keluarga Besar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mulia di Kabupaten Pemalang, menggelar Halal Bihalal PDAM Pemalang 1445 Hijriyah/2024 Masehi.
Mengusung tema Menyatukan Silaturahmi dan Melayani Sepenuh Hati, kegiatan berlangsung di halaman kantor Perusda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang, Senin 27 April 2024, sekitar pukul 13.45 Wib.
Acara dihadiri Sekda Heriyanto , S. Pd, M.Si,
mewakili Bupati Pemalang yang berhalangan hadir karena bersamaan menghadiri Musrenbang Propinsi Jawa Tengah.
Hadir juga Wakil Ketua Kwarda Pramuka Jateng Sukarso, Kades Sodong Basari Suwarno, SH didampingi Ketua Karang Tarunanya, Direktur BUMD, Kepala OPD , dan semua keluarga pegawai PDAM Tirta Mulia.
Turut hadir pula Kadin Dispermades dan para jajaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dan Perusda di Kabupaten Pemalang
Direktur Utama PDAM Tirta Mulia Slamet Efendi, SE, M.M menyampaikan, halal bihalal ini untuk menjalin silaturahmi antar kalangan, baik dikalangan internal maupun eksternal.
“Alhamdulillah, halal ini untuk mempererat tali silaturahmi, diantara kita, agar ikatan kekeluargaan dan kebersamaan semakin terjalin erat,” ucap Dirut PDAM Slamet.
Slamet juga menyampaikan asal muasal halal bihalal di Pemalang. “Budaya halal bihalal berawal dari Pangeran Sambernyawa, begitu kata sejarah dengan mengadakan sungkeman di kerajaan saat itu,” ucap Slamet.
Kemudian diteruskan Kyai Haji Wahab, beliau mengusulkan pada Bung Karno, karena situasi politik saat itu tokoh-tokoh politik saling berseteru, sehingga dikumpulkanlah menjelang lebaran untuk saling memaafkan. Sehingga tradisi ini adalah satu-satunya di Indonesia, juga tidak menyimpang dari ajaran Islam, ” ucap Slamet Efendi.
Selain itu, Slamet juga menuturkan, Nabi juga bersabda kalau menyambung silaturokhim secara terus – menerus maka ini akan mendatangkan rezeki yang terus menerus juga.
“Kanjeng Nabi menyampaikan selama satu tahun dalam bergaul bila pernah membuat salah pada sesama, maka hukumnya wajib untuk minta dihalalkan. Dan ini nanti dijelaskan panjang lebar oleh beliau pak Kyai Haji Imron,” ucap Slamet.
Sabda Nabi atau Dawuh Nabi (dialeg jawa) memang seperti itu. Dan, hebatnya tradisi halal bihalal ini hanya berlangsung di Indonesia.
“Sedikit saya cerita, saya berkesempatan lebaran ditanah suci, sepi, disana sepi nggak ada istilah apa orang Arab bisa keluar bersalam-salaman nggak ada. Justru kita yang berada disana, orang Indonesia yang memulai atau membudayakan semacam itu,” ucapnya.
Slamet juga menyampaikan, kekurangan air di Pulosari Insyaallah, tahun ini segera teratasi. Ini juga berkat keseriusan dari Pemerintah Kabupaten Pemalang didalam mengatasi atau menjawab keluhan- keluhan dari masyarakat.
Acara ini sekaligus pemberian CSR (Corporate Social Responsibility) bina lingkungan, yaitu sebuah aktivitas di mana perusahaan bertanggung jawab secara sosial kepada pemangku kepentingan dan juga masyarakat.
CSR ini sebagai bentuk perhatian PDAM terhadap masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan serta memberikan dampak positif bagi lingkungan. Kali ini CSR diserahkan melalui Sekda Kabupaten Pemalang.
“Bantuan CSR tersebut senilai Rp 25 juta di berikan melalui tim Karang Taruna Desa Sodong Basari secara simbolis, guna mempermudah pembangunan akses jalan ke mata air Telaga Gede Desa Sodong Basari Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang,” kata Humas PDAM Pemalang Galih kepada Mediaseruni. (Red/Mds)