Karawang, MEDIASERUNI.ID – Pekerja perusahaan otomotif asal Jepang, SS (21) ditemukan tewas di kosnya di Karawang, Jawa Barat. Kematian korban diduga akibat kelelahan usai bermain futsal. Di kamar korban juga ditemukan kulit durian berceceran.
Penemuan jenazah bermula saat pimpinan (leader) di tempat kerja korban meluncur ke lokasi karena curiga korban tidak kunjung datang bekerja. Teman kerja korban, Ian, mengungkapkan SS sempat bermain futsal pada Sabtu, 19 September 2026, malam hingga berlanjut Minggu 20 September 2026, pagi, dari pukul 05.00 Wib sampai 12.00 Wib.
”Dia anak baru di perusahaan kami, baru satu tahun dan bekerja sebagai operator. Korban tidak merokok dan memang rajin berolahraga,” kata Ian saat dikonfirmasi, Selasa 22 September 2026.
Ian menambahkan, terakhir kali bertemu korban pada Jumat lalu usai menyelesaikan kerja shift dua. “Korban diduga mengalami kelelahan hebat setelah beraktivitas fisik marathon usai jam kerja,” kata Ian.
Sementara, soal rumor yang menyebutkan korban telah menghilang dan tidak masuk kerja selama 3–4 hari, pemilik kosan Enung, langsung membantah. ”Anak ini terkenal rajin dalam bekerja, sehingga sangat janggal jika ia tidak kunjung masuk,” tegas Enung.
Ia menjelaskan, area indekos baru diramaikan pihak kepolisian dan warga pada Senin malam setelah pintu kamar korban dibuka dan ditemukan sudah tidak bernyawa dan membiru serta gembung.”Di dalam kamarnya juga ditemukan kulit durian saatpolisi melakukan pemeriksaan,” ucap Enung.
Sementara itu, tetangga kos korban, Eka, mengaku sempat melihat gelagat yang tidak biasa dari korban sebelum kejadian, seperti langsung memasukkan sepeda motornya ke dalam kamar dan menguncinya.
”Penghuni kosan lain awalnya tidak curiga karena sedang beraktivitas di luar. Korban juga cenderung tidak membaur dengan penghuni indekos, sehingga kami tidak mengetahui kejadian tersebut. Saya baru kaget saat melihat video viral di TikTok, ternyata kosan kami sudah dikerubungi massa dan polisi,” tutur Eka.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi terbujur kaku dan masih mengenakan pakaian lengkap berupa seragam futsal. Pihak perusahaan otomotif tempat korban bekerja telah menyatakan bertanggung jawab penuh untuk menanggung seluruh biaya penanganan hingga pemulangan jenazah ke pihak keluarga di Pemalang. (damar)

